January 9

The Wedding Games

Judul Buku : The Wedding Games
Penulis : Fanny Hartanti
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 239 Halaman
Harga : Rp. 40.000
ISBN : 9789792264760

Sebenernya setelah membaca C’est La Vie dan lanjut baca Four Season in Belgium saya sudah menunggu dengan sabar buku apalagi yang dikeluarkan Fanny Hartanti. Tapi ternyata saya masih menyukai C’est La Vie dibanding The Wedding Games ini.

Awal membaca buku ini saya seperti membaca campuran 2 buku, yaitu Alpha Wife dari Ollie dan Dongeng Semusimnya Sefryana Khairil. Setting awal yang hampir mirip banget dengan setting awal Alpha Wife eh semakin kebelakang kok malah kayak Dongeng Semusim gitu. Setelah dibagian tengah buku baru deh kembali kayak tulisan Fanny Hartanti sebelumnya.

Cerita tentang kehidupan pernikahan memang terasa hampir mirip belakangan saya baca. Dion dan Dania telah menikah bertahun-tahun tapi blom memiliki keturunan. Dania divonis sulit memiliki keturunan karena indung telurnya yang bermasalah. Sebagai pria masa kini, Dion tidak mempermasalahkan hal tersebut. Bagi Dion cinta merekalah satu-satunya alasan untuk tetap bersama. Akhirnya, Dion memberi support Dania untuk mencari kesibukan.

Mulai dari mengikuti kursus memasak, Dania akhirnya bisa menjadi chef dan punya program tv sendiri, ga cuma itu, Dania juga menjadi penulis buku masakan serta punya wedding organizer sendiri. Karena kesibukan Dania itulah membuat Dion merasa bahwa Dania sudah berubah. Dania menjadi seorang yang supersibuk sampe ga peduli lagi akan suaminya. Sampai akhirnya Dion bertemu kembali dengan Astrid, cinta pertamanya sewaktu SMA.

Diawal, saya merasa romantisme yang diberikan Fanny Hartanti dalam diri Dania dan Dion terasa manis sekali, seperti pengantin baru. Saya rasa memang hal-hal romantis dalam hal-hal kecil, seperti nonton bioskop berdua, makan malam berdua atau sekedar jalan-jalan ke mall berdua itu sangat penting untuk tetap memberikan percik-percik api cinta antara suami istri. Hal itu memang saya rasakan secara pribadi.

Read the rest of this entry »