Buku, Buku dan Buku A Room Without Books Like a Body Without Soul

Review Buku Negeri Para Bedebah

December 20

Negeri Para Bedebah

Judul Buku : Negeri Para Bedebah
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 440 Halaman
Harga : Rp. 60.000
ISBN : 9789792285529

Baru kali ini seorang Tere Liye menulis soal ekonomi dan intrik seputar dunia perekonomian.

Di negeri para bedebah, kisah fiksi kalah seru dibanding kisah nyata.
Di negeri para bedebah, musang berbulu domba berkeliaran di halaman rumah.
Tetapi setidaknya, Kawan, di negeri para bedebah, petarung sejati tidak akan pernah berkhianat.

Seperti yang diketahui banyak orang, Tere Liye biasanya menulis tentang kemanusiaan, persaudaraan dan gak jauh lah dari itu. Ya beberapa buku juga tentang cinta. Tapi buku Negeri Para Bedebah ini adalah buku pertama Tere Liye seputar dunia perekonomian. Secara ya memang Bang Tere ini emang orang ekonomi aslinya, seorang akuntan. Jadi, saya pikir memang mungkin lebih mudah buat Bang Tere untuk menuliskan buku ini. Saya termasuk orang yang menunggu buku bertema ini keluar.

Negeri Para Bedebah menceritakan Thomas, seorang ekonomi ternama yang malang melintang dalam dunia ekonomi. Jadi pembicara sana sini, keluar negeri yang ternyata punya masa lalu yang ingin dia abaikan.

Read the rest of this entry »

Review Buku Burlian

June 7

Burlian

Judul Buku : Burlian | Serial Anak-Anak Mamak Buku 2
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika
Jumlah Halaman : 343 Halaman
Harga : Rp. 50.000
ISBN : 9799791102681

Ini adalah buku Tere Liye ke 6 yang saya baca. Betul, Bang Tere Liye adalah salah satu penulis favorit saya. Alhamdulillah sampe saat ini saya punya 9 bukunya 😀

Tidak seperti buku-buku lainnya, buku kali ini dibuat tetralogi alias 4 buku, ya dimulai dari buku Burlian ini yang dibuat namanya sebagai Serial Anak-Anak Mamak. Jangan heran ya tetralogi ini emang mulai dari buku 2 (Pukat), 3 (Eliana) dan 4 (Amelia) terakhir baru buku 1. Kok gitu? jangan tanya saya, langsung aja tanya Bang Tere kenapa begitu urutannya. Kalo jumlah 4 itu karena anaknya Mamak memang berjumlah 4 orang yaitu Yuk Eli, Kak Pukat, Burlian dan Amelia.

Saya pikir ini bakal jadi serial keren bagi anak-anak Indonesia. Apalagi dimulai dengan cerita Burlian, si anak ketiganya Mamak yang disebut sebagai ‘si anak spesial’.

Bercerita tentang kehidupan seorang anak berumur 7 tahun, Burlian dengan setting tahun 80an sepertinya, membuat cerita kecilnya Burlian ini penuh dengan kelucuan khas anak kecil. Ga cuma kelucuan tapi juga buku ini menggambarkan bagaimana cara Mamak dan Bapak mengajarkan banyak hal pada anak-anaknya. Kadang sebagai anak kecil kita bandel, ingin tahu segalanya, ingin mencoba apa yang dilakukan orang dewasa, begitu juga yang dilakukan Burlian. Mulai dari bolos sekolah sampai ikutan judi SDSB.

Read the rest of this entry »

Review Buku Rembulan Tenggelam di Wajahmu

October 18
Rembulan Tenggelam di WajahMu

Rembulan Tenggelam di WajahMu

Judul Buku : Rembulan Tenggelam di WajahMu
Pengarang : Tere Liye
Penerbit : Republika
Jumlah Halaman : 427 Halaman
Harga : Rp. 60.000

Ini buku ke 4 dari Tere Liye yang saya baca, setelah sebelumnya puas dengan Hafalan Shalat Delisa, Moga Bunda disayang Allah, dan Bidadari-Bidadari Surga. Seperti yang sudah saya bayangkan, lagi-lagi Tere Liye membuat saya terpesona dan saya nobatkan sebagai salah satu pengarang buku terbaik Indonesia. Ketiga buku yang sudah saya baca sebelumnya mempunyai cerita tersendiri, ya… tentang kehidupan yang membuat air mata terkadang jatuh tak tertahankan. :nangis:

Adalah Rehan (Ray), seorang anak yatim piatu dengan kehidupannya yang diceritakan dengan alur mundur. Perjalanan hidupnya sedikit demi sedikit dikuak dengan jawaban atas 5 pertanyaan besar yang selama ini tak ia dapatkan sepanjang hidupnya. Ia mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya dan mulai mengerti akan hubungan sebab akibat yang telah ia lalui dan tak jarang ia sesali. :patah:

Ray seolah mereview sepanjang hidupnya di saat-saat terakhir hidupnya dengan mendengarkan dan mencoba mengerti semua jawaban atas pertanyaan2 besar dalam hidupnya. Yah… andai semua orang mendapat kesempatan seperti ini, mungkin di akhir kita menutup mata akan ada kelegaan dan juga mungkin penyesalan.

Read the rest of this entry »