Buku, Buku dan Buku A Room Without Books Like a Body Without Soul

Review Buku Suddenly Supernatural #4

July 15

Suddenly Supernatural #4

Judul Buku : Suddenly Supernatural #4 – Hantu Dalam Bus
Penulis : Elizabeth Cody Kimmel
Penerjemah :Barokah Ruziati
Penerbit : Atria
Jumlah Halaman : 198 Halaman
Harga : Rp. 30.000
ISBN : 9789790244962

Saya sih seorang yang penakut, jangankan lihat hantu beneran, lihat film horor pun saya gak mau 😀

Buku keempat seri Suddenly Supernatural. Rasanya saya hanya kurang buku keduanya dari serial ini. Walau serial ini serial teenlit atau remaja banget gitu, tapi saya merasa cerita teenlit penulis luar jauh lebih beragam ceritanya, dibanding teenlit penulis dalam negeri yang seragam nulis soal cerita cinta dan paling gak ya bully membully khas geng populer dan gak populer di sekolah.

Eits, sebenernya saya bukan bilang penulis dalam negeri gak bagus, saya hanya bilang ceritanya kadang seragam. Mungkin ada baiknya bisa melihat keragaman cerita-cerita teenlit luar yang kadang fantasinya luar biasa menurut saya, tapi seru aja sih.

Masih soal Kat yang punya kemampuan melihat mahluk dari alam yang berbeda. Kali ini Kat  dan teman-teman di sekolahnya berlibur (ya berlibur mulu ya si Kat ini) ke Montreal, Canada. Nah, perjalanan kali ini Kat dan teman-teman menggunakan bus. Yaaa, kayak judulnya ya, Kat akhirnya menemukan arwah-arwah dalam bus yang ditumpanginya.

Arwah yang ada pun sesuai banget dengan tempat mereka, ada hantu pemandu wisata sampe hantu penjaga perbatasan. Kat sebenernya seneng banget sama liburan kali ini, dia berharap bisa ngajak Ben, gebetannya ngobrol gitu dan kali aja bisa lebih deket sama Ben. Namanya juga remaja kan ya, gak jauh juga dari cerita suka-sukaan *halah* 😀

Di seri kali ini, Kat gak cuma bisa melihat para arwah tersebut, tanpa disangka Kat juga mendapatkan kemampuan mendengarkan suara-suara itu. Oke, pada bagian ini saya mulai takut, ya kan saya penakut sebenernya 😀 Kat harus berurusan dengan para arwah tersebut karena mereka mulai usil dan mencelakai perjalanan Kat dan teman-teman.

Secara cerita saya merasa kurang greget dengan cerita seri ini, saya lebih suka cerita di seri ketiga, tentang Kat dan sahabatnya. Lebih kerasa sih cerita remajanya. Soal terjemahan, menurut saya buku-buku terbitan Atria sudah enak banget, apalagi istilah remaja dalam buku ini pun terasa enak dibaca.

Kat : dan harus kuakui, tidak melihat apa-apa tak pernah terasa seindah ini.

Ya iyalah ya, saya juga gak mau kalo dikaish kemampuan kayak gitu. Kalo bisa nolak mah, udah nolak kali ya 😀

Review Buku Suddenly Supernatural 3

February 9

Suddenly Supernatural 3

Judul Buku : Suddenly Supernatural 3 : Medium yang Tak Bahagia
Penulis : Elizabeth Cody Kimme
Penerjemah : Barokah Ruziarti
Penerbit : Atria
Jumlah Halaman : 217 Halaman
ISBN : 9789790244931
Harga : Rp. 30.000

Gimana ya rasanya bisa melihat ‘dunia lain’?
Saya gak kebayang bagaimana orang-orang yang biasa disebut anak indigo mampu melihat arwah-arwah disekitarnya, seperti juga Kat yang sejak berusia 13 tahun mampu melihat arwah yang gentayangan disekitarnya, tidak hanya merasakan, tapi juga mampu melihat. Gak usah ngebayangin deh, nonton film hantu-hantu gitu aja saya udah ciut duluan :p

Begitulah seorang Kat yang mewarisi kemampuan melihat berkomunikasi dengan para arwah dari ibunya. Kat dan temannya Jac bersama si ibu untuk pertama kalinya berlibur musim panas bersama ke acara KMTLM alias Konvensi Musisi Timur Laut Muda yang diadakan di hotel bergaya viktoria yang dibangun di pertengahan tahun 1800-an dan merupakan salah satu hotel tertua di Timur Laut. Ya, bisa dipastikan disana Kat akan bertemu banyak arwah 😀 Baru masuk hotel aja Kat bertemu dengan seorang arwah perempuan yang ternyata berprofesi sebagai medium, Madame Serene. Arwah tersebut terlihat tidak bahagia dan gak ngerasa udah tiada alias ngerasa masih hidup aja gitu. Nah Madame Serene ini merasa kebalikannya gitu, melihat Kat sebagai seorang arwah yang mungkin bisa membantunya, disitulah perjalanan musim panas Kat dimulai, dari kamar 505.

Kat berusaha sekali agar Madame Serene menyadari dirinya udah berada di alam lain, ternyata memang gak mudah. Untuk itu Kat butuh pertolongan Jac. Sayangnya, selama disana Jac malah gak mau bantuin Kat, malah sibuk sendiri sama gebetannya (cowok yang ditaksir sama Jac). Yang ada Jac dan Kat berantem gitu deh, tapi justru disana kan ya persahabatan bernilai.

Read the rest of this entry »