Buku, Buku dan Buku A Room Without Books Like a Body Without Soul

Review Buku Tokyo : Falling

February 11

Judul Buku : Tokyo | Falling (Seri Setiap Tempat Punya Cerita)
Penulis : Sefryana Khairil
Penerbit : Gagas Media
Jumlah Halaman : 338 Halaman
Harga : Rp. 53.000
ISBN : 9789797806637

Buku adalah jendela dunia. Itu benar. Saya merasakan benar Tokyo dalam novel ini.

Ini adalah seri Setiap Tempat Punya Cerita (STPC) Kedua yang saya baca setelah London dan buku entah keberapa dari Sefryana Khairil yang saya baca. Bisa dikatakan saya penikmat karya Sefry. Walau saya belum pernah ke Tokyo, saya merasa bisa melihat banyak hal di Tokyo dalam buku ini. Sefry berhasil membawa masuk Tokyo dengan semua yang ada didalamnya pada pembaca.

Read the rest of this entry »

Review Buku The Key

August 1

The Key

Judul Buku : The Key
Penulis : Junichiro Tanazaki
Penerjemah : Rahmani Astuti
Penerbit : Serambi
Jumlah Halaman : 200 Halaman
Harga : Rp. 30.000
ISBN : 9789790243859

Ketika Komunikasi Pasangan Hanya Melalui Buku Harian.

Penulis Jepang? Rasanya saya hanya menyukai cerita detektif Conan dan serial pemecahan misteri pembunuhan ala detektif, itu memang yang terkenal dari penulis Jepang. Saya aja kali ya yang kebanyakan baca komik begituan 😀

Awalnya saya bingung kenapa saya dikasih buku genre beginian yak? biasanya gak gitu kan, ada beberapa orang teman yang memang suka novel-novel bertema dewasa seperti ini. Ya, lihat aja itu sub judulnya, Catatan harian Seorang Istri Penuh Gairah dan Seorang Suami Pencemburu. Tapi tenang, ternyata isinya bukan ala novel dewasa yang banyak adegan begituan. Mungkin penerjemahnya harus membuat seperti itu karena memang begitu dari sononya, maksud saya dari tulisan aslinya.

The Key menceritakan bagaimana sepasang suami istri berkomunikasi via buku harian. Saya pikir diawal saya akan membaca buku harian dari sisi suaminya, ternyata saya salah, sebagai pembaca kita akan bisa membaca keduanya, dari sisi suami dan istrinya, karena keduanya bercerita dalam buku harian masing-masing yang dibedakan dari jenis fontnya saja.

Sang suami bercerita tentang kehidupan dengan istri yang sudah 20an tahun bersamanya juga tentang hubungan seksnya. Hey, jangan ngarep ditulis detil yak. Menuliskannya di buku harian yang sebenarnya dia ingin agar si istri bisa membacanya. Namun, sang istri tidaklah membacanya, malah membuat catatan sendiri tentang suaminya.

Sampai sini, saya lantas mengerutkan dahi, kenapa ada sepasang suami istri yang tidak mau berbicara lisan saja, kalaupun sudah ditulis ya mbok dibilangin ‘nih baca tulisan saya’, agar semuanya menjadi lebih baik bukan? Dari sana nantinya bisa diskusi, apa yang salah, apa yang sebaiknya dilakukan dan mendengarkan ide keduanya.

Oke, saya lanjut dulu ya ceritanya 😀

Read the rest of this entry »