Buku, Buku dan Buku A Room Without Books Like a Body Without Soul

Review Buku : Nagra & Aru

April 10
  • Judul Buku : Nagra & Aru
  • Penulis : Inggrid Sonya & Jenny Thalia Faurine
  • Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
  • Jumlah Halaman : 360 Halaman
  • ISBN : 9786020620961
  • Harga : Rp. 92.000

Buku ini saya baca dalam rangka ikutan tantangan baca Goodreads Indonesia bulan Maret 2019 yaitu tantangan baca buku dari dua penulis perempuan. Kenapa jatuh pilihan saya pada teenlit ini? Iya, ini teenlit, karena katanya buku ini ceritanya receh sekali.

Saya ngerti bahwa saya sudah jauh dari masa usia remaja, lho kok ya masih baca buku teenlit? Lho…. kenapa tidak? Saya gak malu kok kalo harus baca buku teenlit, komik sampe buku anak-anak sekalipun, saya mah gitu orangnya, bacaannya bebas. Nagra & Aru salah satunya yang saya baca di bulan lalu.

Bercerita tentang Nagra dan Aru, sesuai judulnya. Nagra, si cowok yang bandel disukai sama Aru alias Aurora sejak awal jadi siswa baru di SMA. Cerita cinta SMA memang tiada duanya ya, sayang banget dulu saya gak mengalami beginian waktu SMA (malah curcol :p). Bedanya, sama cewek-cewek dulu, Aru terang-terangan menunjukkan ke Nagra kalo dia suka, katanya Aru, Nagra adalah calon imamnya. Benar-benar bahasa anak zaman now.

Read the rest of this entry »

Review Buku The Wedding Games

January 9

The Wedding Games

Judul Buku : The Wedding Games
Penulis : Fanny Hartanti
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 239 Halaman
Harga : Rp. 40.000
ISBN : 9789792264760

Sebenernya setelah membaca C’est La Vie dan lanjut baca Four Season in Belgium saya sudah menunggu dengan sabar buku apalagi yang dikeluarkan Fanny Hartanti. Tapi ternyata saya masih menyukai C’est La Vie dibanding The Wedding Games ini.

Awal membaca buku ini saya seperti membaca campuran 2 buku, yaitu Alpha Wife dari Ollie dan Dongeng Semusimnya Sefryana Khairil. Setting awal yang hampir mirip banget dengan setting awal Alpha Wife eh semakin kebelakang kok malah kayak Dongeng Semusim gitu. Setelah dibagian tengah buku baru deh kembali kayak tulisan Fanny Hartanti sebelumnya.

Cerita tentang kehidupan pernikahan memang terasa hampir mirip belakangan saya baca. Dion dan Dania telah menikah bertahun-tahun tapi blom memiliki keturunan. Dania divonis sulit memiliki keturunan karena indung telurnya yang bermasalah. Sebagai pria masa kini, Dion tidak mempermasalahkan hal tersebut. Bagi Dion cinta merekalah satu-satunya alasan untuk tetap bersama. Akhirnya, Dion memberi support Dania untuk mencari kesibukan.

Mulai dari mengikuti kursus memasak, Dania akhirnya bisa menjadi chef dan punya program tv sendiri, ga cuma itu, Dania juga menjadi penulis buku masakan serta punya wedding organizer sendiri. Karena kesibukan Dania itulah membuat Dion merasa bahwa Dania sudah berubah. Dania menjadi seorang yang supersibuk sampe ga peduli lagi akan suaminya. Sampai akhirnya Dion bertemu kembali dengan Astrid, cinta pertamanya sewaktu SMA.

Diawal, saya merasa romantisme yang diberikan Fanny Hartanti dalam diri Dania dan Dion terasa manis sekali, seperti pengantin baru. Saya rasa memang hal-hal romantis dalam hal-hal kecil, seperti nonton bioskop berdua, makan malam berdua atau sekedar jalan-jalan ke mall berdua itu sangat penting untuk tetap memberikan percik-percik api cinta antara suami istri. Hal itu memang saya rasakan secara pribadi.

Read the rest of this entry »