Buku, Buku dan Buku A Room Without Books Like a Body Without Soul

Punya Target Baca, Buat Apa?

December 17

Beberapa teman sempat bertanya pada saya, untuk apa punya target baca? Kalo mau baca ya baca aja, gak perlu pake target, nikmati saja katanya.

Membaca itu adalah satu hal pokok dalam hidup kita. Itu kenapa sedari kecil, awal yang kita pelajari adalah mengetahui huruf, mengejanya menjadi kata, kalimat selanjutnya kita bisa membaca. Semakin hari membaca adalah hal yang tiap hari kita kerjakan. Membaca jam didinding ketika membuka mata, membaca koran ketika sarapan, membaca pesan dalam email hingga mungkin keinginan untuk membaca hatimu *uhuk.

Lalu, siapa yang sekarang udah gak baca koran kalo pagi? Banyak, tergantikan dengan baca status teman di Twitter, liat Instagram, sosial media. Lalu mungkin lupa kapan terakhir kali baca buku setelah lulus dari sekolah. Ini yang sebenarnya gak boleh berhenti, karena buku itu jendela dunia, kita bisa belajar apa saja dari buku. Kita bisa belajar memahami apa saja dari buku. Kebiasaan membaca ini tidak akan dengan sendirinya tumbuh apabila tidak ditanam sedari kecil dan dipupuk dalam prosesnya.

Read the rest of this entry »

Review Buku : Long Way Down – Jalan Masih Panjang

August 3

Judul Buku : Long Way Down- Jalan Masih Panjang
Penulis : Jason Reynolds
Penerjemah : Mery Riansyah
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 320 Halaman
ISBN : 9786020385297
Harga : Rp. 82.000

60 Detik. 7 Lantai. 3 Peraturan.
Bayangkan cerita 60 detik perjalanan turun lift bisa jadi cerita sebuah buku yang mengesankan.

Ini cerita tentang Will, remaja Amerika-Afrika yang harus mengikuti 3 peraturan yang telah turun temurun dilakukan.
No. 1 : Jangan Menangis
No. 2 : Jangan Mengadu
No. 3 : Balas Dendam.

Hal pertama dan kedua telah dilakukan Will dengan baik. Dia tidak menangis juga mengadu setelah melihat kakaknya, Shawn tewas tertembak. Dalam perjalanan Will melakukan peraturan nomer tiga, yaitu balas dendam dengan membawa sepucuk pistol itulah cerita ini menjadi menarik. Dalam perjalanan turun, di dalam lift, semuanya terjadi. Ya, dalam perjalanan 60 detik itu banyak hal yang membuat Will bertanya-tanya apakah balas dendam itu adalah hal yang tepat dilakukan. Sungguh 60 detik yang terasa amat panjang menuju lantai L. Will bertemu dengan pamannya, ayahnya hingga temannya yang merupakan hasil dari balas dendam yang selama ini terjadi.

Read the rest of this entry »

Buku dan Ebook, Pilih Mana?

January 26

Awal tahun 2015, saya berkunjung ke Gramedia dan mendapati beberapa buku yang memang saya ingin beli. Setelah setahun belakangan berniat gak kalap beli buku karena lemari buku udah gak nampung dan timbunan buku belum juga surut, akhirnya tahun 2015 saya beli buku lagi.

Di bulan Januari ini, saya udah beli 3 buku lokal dan terjemahan (itu belum termasuk buku aktivitas/cerita punya Alaya juga buku Ayahnya) dan…. ternyata harga buku pada naik. Ada kenaikan yang cukup besar, saya tahunya justru setelah dibawa ke kasir Gramedia, Si Mbak Kasir bilang buku ini naik harganya dari 48rb (di label harga) jadi 53rb, ya kan lumayan banget naiknya 5rb. Mbak Ira malah pernah beli yang kenaikannya lebih dari 10rb.

Apa yang kepikiran? Iya, bener. Buku sekarang mahal ya.

Saya inget dulu waktu SMP hingga SMA baca buku dari taman bacaan, sewa buku disana. Mulai dari komik hingga novel teenlit yang lagi digandrungi anak-anak muda kala itu, termasuk Harry Potter dan Dealova. Alhamdulilahnya di perpustakaan sekolah ada banyak buku fiksi semacam Goosebump, novel Mira W dan serial rakyat 😀
Saya rajin pinjem buku disana dengan satu alasan, lebih murah daripada punya bukunya, waktu itu cuma ada duit jajan yang gak seberapa, makanya cuma bisa pinjem buku 😀
Read the rest of this entry »

Review Buku Negeri Para Bedebah

December 20

Negeri Para Bedebah

Judul Buku : Negeri Para Bedebah
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 440 Halaman
Harga : Rp. 60.000
ISBN : 9789792285529

Baru kali ini seorang Tere Liye menulis soal ekonomi dan intrik seputar dunia perekonomian.

Di negeri para bedebah, kisah fiksi kalah seru dibanding kisah nyata.
Di negeri para bedebah, musang berbulu domba berkeliaran di halaman rumah.
Tetapi setidaknya, Kawan, di negeri para bedebah, petarung sejati tidak akan pernah berkhianat.

Seperti yang diketahui banyak orang, Tere Liye biasanya menulis tentang kemanusiaan, persaudaraan dan gak jauh lah dari itu. Ya beberapa buku juga tentang cinta. Tapi buku Negeri Para Bedebah ini adalah buku pertama Tere Liye seputar dunia perekonomian. Secara ya memang Bang Tere ini emang orang ekonomi aslinya, seorang akuntan. Jadi, saya pikir memang mungkin lebih mudah buat Bang Tere untuk menuliskan buku ini. Saya termasuk orang yang menunggu buku bertema ini keluar.

Negeri Para Bedebah menceritakan Thomas, seorang ekonomi ternama yang malang melintang dalam dunia ekonomi. Jadi pembicara sana sini, keluar negeri yang ternyata punya masa lalu yang ingin dia abaikan.

Read the rest of this entry »

Review Buku Dead Girl in Love

December 17

Dead Girl in Love

Judul Buku : Dead Girl in Love
Penulis : Linda Joy Singleton
Penerjemah : Maria Susanto
Penerbit : Atria
Jumlah Halaman : 356 Halaman
Harga : Rp. 49.000
ISBN : 9789790243842

Setelah Amber masuk ke tubuh kakak pacarnya, kali ini kemana? Itu pertanyaan saya. Setelah seru di buku kedua, Dead Girl Dancing, di buku ketiga ini gak kalah seru, Amber masuk lagi ke tubuh orang lain, kali ini sahabatnya sendiri Alyce Perfetti.

Amber lagi lagi mendapati berada di tubuh orang lain atau yang disebut ‘penghuni sementara’ setelah dia menyanggupi membantu grammy bahkan setelah neneknya itu meninggal.

Kali ini Amber berada di tubuh Alyce. Seperti biasa, jika Amber berada di tubuh orang lain itu tandanya orang tersebut sedang dalam masalah dan Amber yang menjadi ‘penghuni sementara’ berusaha agar bisa membantu masalah tersebut. Mungkin tidak menyelesaikannya tuntas, tapi Amber merasa selalu bertanggungjawab untuk mengetahui masalah dimana tubuhnya berada dari awal hingga akhir.

Read the rest of this entry »

Review Buku Homeless Bird

December 5

Homeless Bird

Judul Buku : Homeless Bird
Penulis : Gloria Whelan
Penerjemah : Ida Wajdi
Penerbit : Atria
Jumlah Halaman : 182 Halaman
ISBN : 9789790245044
Harga : Rp. 24.900

Saya yang menikah di usia belum genap 22 tahun saja dibilang muda, apalagi 13 tahun?

Di India, tradisi di desa dalam buku ini terutama, anak perempuan yang telah memasuki 13 tahun sudah boleh menikah. Orangtua yang akan dengan semangat mencarikan calon suami.

Seperti Koly, anak perempuan ini baru berusia 13 tahun dan ia harus rela mengikuti tradisi untuk dinikahkan dengan suami yang dia tidak tahu bagaimana rupa, keadaan dan bagaimana orangnya. Orangtua perempuan di India harus membawa maskawin sebagai syarat pernikahan di India yang menganut matrilineal.

Pada saat pernikahan digelar, barulah Koly tahu bagaimana suaminya yang ternyata menderita TBC. Ketidakjujuran mertua Koly atas kondisi Hari, suaminya membuat Koly merasa sangat sedih. Apalagi setelah mengetahui maskawin yang diberikan untuk digunakan sebagai biaya pengobatan Hari. Tak lama Koly pun menjadi janda setelah Hari meninggal.

Read the rest of this entry »

Buku Terbaik Pilihan Pembaca Goodreads 2012

December 5

Seperti biasa, tiap tahunnya Goodreads memberikan kesempatan semua penggunanya untuk memilih buku terbaik di setiap kategori. Dari mulai menentukan nominasinya hingga terpilih pemenangnya.

Saya sendiri gak ikut milih sih ya, karena memang buku yang jadi nominasi memang buku-buku luar yang keren tapi berbahasa Inggris dan saya lama biasanya untuk ngelarin baca buku begitu.

Bagi yang mau lihat buku apa aja yang menang buku terbaik pilihan para pembaca Goodreads tahun 2012, ini dia….

Read the rest of this entry »

« Older Entries