Buku, Buku dan Buku A Room Without Books Like a Body Without Soul
Browsing all posts in: Non-Fiksi

Review Buku : Kumpulan Esai | Berbagi Ruang

December 5

Judul Buku : Kumpulan Esai | Berbagi Ruang
Penulis : Nur Utami S.K
Penerbit : Frasa Media
Jumlah Halaman : 214 Halaman
ISBN : 9786027348158

Jika saya ditanya tentang bagaimana tulisan yang saya sukai untuk dibaca setiap hari, dalam buku ini jawabannya!

Sepertinya ini kali pertama saya membaca kumpulan esai, lalu saya harus menambahkan rak baru dalam halaman Goodreads saya. Ternyata membaca hal remeh-temeh itu menyenangkan sekali ya. Seperti sedang ngobrol sama teman, sambil minum teh atau kopi lalu bercerita tentang apa saja. Seperti baca baca blog posting blogger-blogger dulu sebelum negara api menyerang 😀 Kesannya remeh temeh, tapi berkesan.

Dulu saat blog baru berkembang di Indonesia, sekitaran tahun 2006-2009, saya merasa senang sekali membaca posting blogger favorit saya. Ceritanya apa? ya gado-gado gitu, hal-hal biasa setiap hari, terasa ringan dibaca. Hal sepele biasanya, tapi justru terasa personal. Lalu, saya bisa ‘berkenalan’ dengan para blogger tersebut dari tulisan-tulisan blognya. Mereka sukanya apa, cara penulisannya yang kadang lucu ada juga yang kadang terasa melankolis. Terima kasih untuk Mbak Utami, saya merasa kembali membaca tulisan berkesan dari bukunya ini.

Kadang, bagi sebagian orang, membaca adalah kegiatan kesekian yang bisa dilakukan saat santai. Tapi, saya sendiri yakin harusnya teman-teman yang gak suka baca hal yang berat-berat, bisa dengan mudah menikmati buku ini. Buku ini dibagi menjadi 4 bagian yang diberi label Beranda, Ruang Tamu, Kamar dan Dapur. Entah mengapa dibuat bagian dengan nama demikian, tapi yang saya suka, label itu membuat buku ini sekali lagi lebih terasa ‘pulang ke rumah’. Setiap cerita yang ditulis dekat dengan keseharian kita, keseharian si penulis sih sebenarnya, tapi itu tidak jauh kok dari keseharian kita pada umumnya. Cerita dengan keluarga, kerabat, teman kerja, baik di kantor, rumah maupun cafe atau warung. Setiap cerita seperti punya makna sendiri, seperti memberikan pesan sendiri.

Read the rest of this entry »

Review Buku : @Tentanganak

January 30

Judul Buku : @Tentanganak | Cerita, Curhat, dan Canda dari #Babyblues, #20PenyesalanOrangtua, Sampai #MertuavsMenantu
Penulis : Joko Dwinanto
Penerbit : Noura Books
Jumlah Halaman : 227 Halaman
ISBN : 9786021306680
Harga : Rp. 53.000

Siapa bilang seorang ayah gak bisa banyak cerita soal anak, apalagi sampe bikin buku?
Dialah Joko Dwinanto, seorang ayah yang bikin buku @Tentanganak. Memang awalnya karena banyak cuap-cuap via Twitter, jadilah buku ini terbit. Gak mau kalah sama para ayah yang mensupport ASI (Air Susu Ibu) 🙂

Waktu saya hamil anak pertama, saya juga demen beli buku tentang parenting (sampe sekarang juga sih), khususnya tentang gimana mengasuh bayi, dari mulai kebutuhan bayi sampe sakit yang biasanya diderita bayi. Seharusnya buku ini terbit waktu itu ya, pasti saya langsung beli 😀

Tidak banyak ayah yang konsen banget ngomongin peran ayah dalam sebuah keluarga, apalagi sampe bikin akun twitter, ngobrol banyak seputar anak dan pengasuhan anak, dan bikin buku, jadi pertama saya harus bilang saya salut sama Mas Joko Dwinanto untuk hal ini.

Karena dimulai dari kicauan Twitter, buku ini pun menggunakan judul yang sama dengan akun twitternya yaitu @Tentanganak, begitu pun bab yang ada di dalam buku ini, menggunakan tagar seperti percakapan yang bisa dicari ala Twitter. Menariknya adalah cara penulis menulis buku ini seperti percakapan sehari-hari juga, tidak menggurui dan terkesan santai sekali, makanya buku ini enak banget dibaca sembari ngeteh/ngopi di pagi atau sore hari atau waktu nungguin di halte. Penuh informasi dan ringan dibaca.

Read the rest of this entry »

Review Buku: To Bee Or Not To Bee

October 16

Judul Buku : To Bee Or Not To Bee
Penulis : John Penberthy
Penerjemah : Mila Hidajat
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman : 154 Halaman
Harga : Rp. 40.000
ISBN : 9789792249606

Kesempurnaan bukanlah keadaan, melainkan cara berpikir.

Saya beruntung menemukan buku ini. Sebagai penyuka sale buku atau buku murah, saya gak pernah berpikir mau cari buku apa. Datang saja, liat-liat, kalo suka ya beli. Jadi, cover buku akan tetap selalu menggoda. Ternyata benar, buku ini menarik. Menarik sekali bagi siapa saja yang menyukai pertanyaan dalam hidup 🙂

Perjalanan seekor lebah bernama Buzz, yang banyak bertanya banyak hal tentang hidup dan pencariannya akan Tuhan. John Penberthy hebat sekali membuat karakter Buzz ini seperti kita manusia, yang juga selalu banyak bertanya.

Buzz merasa jenuh dengan rutinitasnya sehari-hari yaitu mengumpulkan madu dan berada di sarang. Buzz mulai bertanya tentang arti kehidupan yang ia jalani dan eksistensi serta pengaruh Tuhan terhadap dirinya.
Hingga dalam perjalanannya ia bertemu dengan Bert, seekor lebah tua yang bijak.

Read the rest of this entry »

Review Buku A Street Cat Named Bob

January 9

Judul Buku : A Street Cat Named Bob
Penulis : James Bowen
Penerjemah : Istiani Prajoko
Penerbit : Serambi Ilmu Semesta
Jumlah Halaman : 320 Halaman
Harga : Rp. 39.000
ISBN : 9789790243934

Saya bengong sebentar tiap kali melihat kedekatan James dan Bob dalam buku ini, sambil dalam hati bilang ‘Kok bisa ya?’.

Buat manusia penyuka hewan memang seringkali hewan tertentu tidak lagi hanya berstatus hewan peliharaan tapi juga sudah dekat seperti sahabat dan keluarga. Begitu juga yang akhirnya ditemukan James dalam perjalanan hidupnya, dia menemukan Bob yang akhirnya menemaninya menjalani hari-hari dalam hidup sebagai pengamen jalanan.

James Bowen adalah seorang pecandu narkoba yang sedang dalam masa pengobatan. Bob adalah seekor kucing yang ditemukan James dalam keadaan mengenaskan. Karena James memang menyukai kucing dan sedih melihat keadaan Bob sewaktu ditemukan, akhirnya James merawat Bob hingga sembuh. Ketulusan James dalam merawat Bob, membuat Bob menjadi kucing setia yang mengikuti James kemanapun dia pergi. Bob selalu bertengger di bahu James dan ikut serta jika James mengamen di sekitar Covert Garden, London.

Read the rest of this entry »