Buku, Buku dan Buku A Room Without Books Like a Body Without Soul
Browsing all posts in: Gramedia

My Year 2018 in Books

December 31

Ah, cepet bener rasanya setahun itu ya.
Bahagianya tahun ini target baca buku yang tadinya cuma 30 buku saja hingga akhir 2018 berubah menjadi 100 buku dan alhamdulilah bisa terlewati dengan membaca 145 buku.

Saya takjub juga ternyata saya mampu baca sebanyak itu. Lagi. Ya dulu saya bisa baca sampe 150an buku dalam setahun, saat si kecil belum ada. Sekarang sadar diri aja, gak terlalu ngoyo. Tapi memang tahun ini mengurangi merajut, jadinya bisa lebih banyak baca.

Tahun ini juga lebih banyak baca ebook, mau dari Kindle dari Google Playbooks atau dari Gramedia Digital. Ebook ini berguna banget kalo mau baca buku yang kayaknya gak perlu dikoleksi, bisa hemat banyak juga dengan premium Gramedia Digital. Sayangnya bulan Desember ini saya harus berhenti langganan Gramedia Digital karena sistem pembayarannya yang gak lagi memudahkahkan. Kalo dulu bisa bayar pake pulsa/tagihan, saldo Google Play, transfer atm atau kartu kredit, sekarang cuma bisa pake kartu kredit. Saya males aja sih kalo harus pake kartu kredit, ntar bablas gitu.

Read the rest of this entry »

Baca Ebook via Gramedia Digital

November 14

Tahun ini saya balik lagi sering mengunjungi perpustakaan, niatnya mulia sih, pengen menumbuhkan minat baca anak-anak. Kebiasaan ini akhirnya membuat kami sekeluarga hampir tiap akhir pekan ke perpustakaan, walau si kecil lebih banyak main-main, setidaknya dia diajak untuk baca buku walau cuma sebentar. Yang sulung masih lebih enak, karena dia lebih memilih pinjam buku kemudian minggu depan dikembalikan.

Saya lalu juga ikut baca di perpus, pinjem bawa pulang juga. Karena di perpus buku fiksinya gak banyak, jadi yang paling bisa ditemui ya buku sastra populer, seperti NH. Dini, Sapardi Djoko Damono, WS. Rendra, Ahmad Tohari, dan nama-nama besar lainnya. Bacaan itu sebenarnya bacaan lama, saya sendiri udah pernah baca kebanyakan pas SMP di perpustakaan sekolah, tapi tak mengapa dibaca ulang, saat SMP kan belum ada Goodreads, jadi pastinya belum ada update-an atau ratingnya 😀

Jadilah saya akhirnya menikmati kembali buku-buku nan lawas, termasuk lah buku-buku puisinya Sapardi Djoko Damono. Buku puisi ini sebenarnya gampang sekali dinikmati pun jumlah halamannya gak banyak, jadi pasti cepet kelar dibaca. Hanya saja kadang butuh waktu untuk mengerti maksud puisi tersebut. Kadang harus dibaca berulang, kadang juga masih gak paham. Kata seorang teman, buku puisi itu enaknya dibacain orang, kita denger dan lebih mudah dimengerti. Ya kali ya, saya sih lebih suka membacanya sendiri.
Read the rest of this entry »

Review Buku : Catatan Harian Menantu Sinting

June 25

Judul Buku : Catatan Harian Menantu Sinting
Penulis : Rosi L. Simamora
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 232 Halaman
ISBN : 9786020380674
Harga : Rp. 63.000

Cerita antara mertua dan menantu masih sering menarik perhatian, kan? 😀

Ini cerita Minar, sang menantu dengan Mamak Mertuanya, ibu dari suaminya, Sahat. Karena keluarga Batak, maka kelucuan dalam buku ini pun benar-benar kayak yang kita biasa liat di tv, dari cara ngomong orang Batak yang ditulis dengan heboh sama Rosi L. Simamora hingga adanya sedikit ilustrasi di tiap bab, yang membuat buku ini makin menarik.

Membaca buku ini dengan kosa-kata Batak membuat saya harus melihat ke footnote untuk mengetahui keterangan artinya. Saya baca kalo pas bagian Mamak Mertua, langsung aja ngakak gitu deh. Asli lucu yang kerasa gak dibuat-buat. Cara ngomong khas Batak, ada ‘bah’-nya, trus pelafalan ‘e’ yang tidak pada tempatnya, p sama f yang ternyata bukan hanya jadi masalah orang Sunda 😀

Cerita antara menantu dan mertua memang bukan hal baru, saya udah beberapa kali baca, tapi yang ini betul-betul menghibur. Minar dan Sahat yang harus tinggal diawal pernikahan mereka di rumah Mamak Mertua, menempati ranjang yang sering berderit menjadi absensi bagi si Mamak. Mamak Mertua yang merupakan ibu tunggal berusaha membesarkan anak-anaknya dengan kerja keras, makanya jadi pelit, irit. Sahat anak bungsu dari 4 bersaudara, ada Monang si abang sulung yang belum menikah, dan kedua kakak perempuannya. Yang bikin ngakak itu emang cerita Mamak Mertua yang beneran riwil, sok tahu, ngeselin tapi perhatian, pokoknya bisa bikin yang baca ngakak gitu deh. Dijamin.

Read the rest of this entry »

Review Buku: To Bee Or Not To Bee

October 16

Judul Buku : To Bee Or Not To Bee
Penulis : John Penberthy
Penerjemah : Mila Hidajat
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman : 154 Halaman
Harga : Rp. 40.000
ISBN : 9789792249606

Kesempurnaan bukanlah keadaan, melainkan cara berpikir.

Saya beruntung menemukan buku ini. Sebagai penyuka sale buku atau buku murah, saya gak pernah berpikir mau cari buku apa. Datang saja, liat-liat, kalo suka ya beli. Jadi, cover buku akan tetap selalu menggoda. Ternyata benar, buku ini menarik. Menarik sekali bagi siapa saja yang menyukai pertanyaan dalam hidup 🙂

Perjalanan seekor lebah bernama Buzz, yang banyak bertanya banyak hal tentang hidup dan pencariannya akan Tuhan. John Penberthy hebat sekali membuat karakter Buzz ini seperti kita manusia, yang juga selalu banyak bertanya.

Buzz merasa jenuh dengan rutinitasnya sehari-hari yaitu mengumpulkan madu dan berada di sarang. Buzz mulai bertanya tentang arti kehidupan yang ia jalani dan eksistensi serta pengaruh Tuhan terhadap dirinya.
Hingga dalam perjalanannya ia bertemu dengan Bert, seekor lebah tua yang bijak.

Read the rest of this entry »