Buku, Buku dan Buku A Room Without Books Like a Body Without Soul
Browsing all posts in: Gramedia Pustaka Utama

Review Buku : Pembunuhan di Malam Natal

March 31

Kalau ada yang bilang ini ceritanya kayak di film Knives Out, itu salah. Ini cerita dan motifnya lebih menarik.

Secara setting film Knives Out mungkin terinspirasi dari buku ini. Tentang kakek tua kaya raya, punya beberapa anak dan berkumpul lalu terjadi pembunuhan. Dia Simeon Lee yang pada malam natal mati terbunuh di rumahnya sendiri. Dalam rumah itu ada anak-anak, menantu juga cucunya.
Sebagai yang punya orangtua kaya raya, ya jelas kematiannya menimbulkan pertanyaan tentang warisan keluarga. Padahal beberapa jam sebelum kematiannya, Simeon menelpon polisi karena berlian-berliannya dicuri orang.

Read the rest of this entry »

Review Buku : Pembunuhan di Sungai Nil

February 26

Pembunuhan di Sungai Nil mengingatkan saya dengan cerita Pembunuhan di Orient Express. Secara keseluruhan gaya penceritaannya sama, masih dengan Hercule Poirot sebagai tokoh utama penguak misteri pembunuhannya.

Linnet Ridgeway adalah seorang perempuan muda yang cantik dan kaya raya di Inggris. Dia mewarisi harta kekayaan dari orangtuanya. Banyak yang lalu iri dengan kesempurnaan yang Linnet miliki. Linnet tidak hanya cantik dan kaya, tapi dia juga sudah terlatih mengelola bisnis yang diwarisinya.

Suatu hari Linnet bertemu dengan seorang teman yang ia kenal baik dan sudah lama tidak bertemu, Jackie de Bellefort. Si Jackie membawa tunangannya, Simon Doyle mau minta tolong sama Linnet biar Si Simon dikasih kerjaan gitu. Katanya Simon dipecat dari pekerjaannya, trus mereka mau nikah tapi gak punya duit. Karena Si Linnet mengenal Jackie ini jarang minta tolong (juga gak minta duit padahal Linnet tahu Jackie miskin), ya udah lah ya ditolongin Simonnya.

Read the rest of this entry »

Review Buku : Loving The Wounded Soul | Alasan dan Tujuan Depresi Hadir di Hidup Manusia

January 31

Baca buku ini dimulai sejak Oktober 2019 dicicil dan baru selesai. Sengaja pelan-pelan biar bisa dirasakan, dimengerti lalu kesalip banyak buku-buku ringan lainnya juga deh. Ini tipe buku yang saya gak rela cepet-cepet kelar baca gitu.

Regis Machdy, si penulis buku ini adalah seorang psikolog lulusan universitas terbaik di Indonesia, belum lagi dia juga ambil master global mental health di Inggris, siapa yang nyangka kalo yang nulis ini pernah merasa ingin bunuh diri berkali-kali? Merasa depresi bahkan saat ia tengah bersekolah soal mental health. Cerita ini saja sebenarnya menarik, tapi buku ini lebih jauh dari itu semua tentang depresi dikupas satu demi satu dan ditulis dengan apik.

Buku-buku fiksi dan non fiksi soal mental illness sedang banyak ditulis di beberapa tahun terakhir ini. Jujur saja, saya suka. Psikologi manusia adalah hal yang tak terbatas jika diceritakan, ada banyak hal yang bisa ditelisik lebih dalam. Hebat para penulis fiksi bisa mengembangkan cerita-cerita tentang hal tersebut.

Read the rest of this entry »

Review Buku : The Silent Patient – Pelukis Bisu

January 7
  • Judul Buku : The Silent Patient – Pelukis Bisu
  • Penulis : Alex Michaelides
  • Penerjemah : Rini Nurul Badariah
  • Jumlah Halaman : 400 Halaman
  • Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
  • ISBN : 9786020633909
  • Harga : Rp. 99.000

Kalo baca buku misteri thriller gitu memang sering banget bikin penasaran, ya akhirnya bacanya bablas sampe tengah malem, kayak buku ini nih, Pelukis Bisu.

Judul buku ini terjemahannya Pelukis Bisu tapi judul aslinya The Silent Patient. Terbit pada Desember 2019 menurut saya ini buku termasuk yang cepat sekali diterjemahkan. Bukunya sendiri rilis di Februari 2019, trus akhir tahun 2019 menang sebagai buku terbaik kategori misteri dan thriller pilihan pembaca Goodreads. Wajar banget sih menang, ceritanya memang bagus.

Motivasi awal baca buku ini karena tantangan baca bulan Januari 2020 yaitu temanya buku yang menang penghargaan di 2019. Tadinya mau baca Teh dan Pengkhianat-nya Iksaka Banu tapi ternyata buku itu kumpulan cerita, jadi diputuskan baca The Silent Patient aja via Gramedia Digital. Baca buku fiksi memang bisa lebih cepat kalo bukunya bagus dan menarik.

Read the rest of this entry »

Wrap up Tantangan Baca Fiksi Metropop 2019

December 31

Akhir tahun tiba, saatnya wrap up tantangan baca fiksi Metropop 2019. Awal banget agak maju mundur mau ikutan tantangan baca Metropop ini, karena kategorinya lumayan banyak, agak gak yakin bisa ngikutin semua, cuma ya bismillah aja deh.

gambar dari redwing.lib.mn.us

Alhamdulilah ternyata tantangan baca ini bisa membuat saya membabat buku-buku timbunan lumayan banyak. Hampir semua buku fisik lini Metropop yang saya punya di dalam lemari tumpukan bisa dibaca kelar tahun ini, ya walau masih menyisakan beberapa buku (karena gak masuk kategori tantangan tahun ini) lumayan banget ini.

Sebanyak 29 buku dari lini Metropop bisa saya baca tahun ini. Yeay. Jumlah yang lumayan banyak buat saya pribadi, setidaknya saya bangga juga lah ternyata saya bisa dipecut biar baca buku banyak. Hampir separuh dari jumlah itu adalah ebook, saya baca dari Gramedia Digital.

Read the rest of this entry »

Review Buku : Mantappu Jiwa – Jerome Polin Sijabat

September 25
  • Judul Buku : Mantappu Jiwa
  • Penulis : Jerome Polin
  • Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
  • Jumlah Halaman : 224 Halaman
  • ISBN : 9786020632414
  • Harga : Rp. 95.000

Karena ketika orang lain meragukan kita, siapa lagi yang bisa percaya sama diri ini kalau bukan kita sendiri.

#rumusjerome

Buku ini waktu dirilis, di Whatsapp Grup GRI jadi ada yang nanya, siapa Jerome Polin? Termasuk saya yang gak tahu ini orang siapa. Ternyata ada yang bilang, kalo Jerome adalah seorang Youtuber yang dapet beasiswa sekolah di Jepang dan suka banget matematika dan juga sering banget bantuin followernya bahas soal matematika. Dari sana saya dapet gambaran siapa itu Jerome, walaupun belum pernah liat akun sosial medianya juga channel Youtubenya.

Mantappu Jiwa adalah kalimat yang diucapkan Jerome di channel Youtubenya, kayaknya sih dari istilah yang memang ngetren zaman sekarang yaitu ‘mantap jiwa’ buat suatu hal yang dirasa luar biasa (Ya, penjelasan ini bagi yang mungkin baca entah nanti di tahun kapan).

Read the rest of this entry »

Wrap Up – Tantangan Baca Buku Agatha Christie 2019

September 23

Jadi, ada tantangan baca buku Agatha Christie dari tanggal 13 – 22 September 2019. Pas tau infonya di Twitter lalu saya dengan semangat lah untuk ikutan. Sebagai pembaca pemula Agatha Christie, saya mulai cari tahu buku-buku mana saja yang akan saya baca dalam 10 hari tersebut.

Tantangan baca buku Agatha Christie ini dibuat oleh @Selselkelabu yaitu Komunitas Pembaca Buku Agatha Christie di Indonesia dan Gramedia Pustaka Utama sebagai penerbit buku-bukunya Agatha Christie. Mungkin tantangan baca ini sudah dibuat tiap tahun, tapi saya aja yang baru ngeh.

Saya pastinya sudah sering lihat buku-bukunya Agatha Christie (AC) di perpustakaan sekolah waktu SMP-SMA. Bisa dibilang SMA saya dulu punya banyak koleksi bukunya AC, sayangnya saya lebih milih baca yang lain waktu itu, karena buku misteri terlalu suram menurut saya waktu itu untuk dibaca. Takut ngeri sendiri kali ya dulu.

Read the rest of this entry »