Buku, Buku dan Buku A Room Without Books Like a Body Without Soul
Browsing all posts in: Bentang Pustaka

Review Buku : Kambing dan Hujan

April 12
  • Judul Buku : Kambing dan Hujan ; Sebuah Roman
  • Penulis : Mahfud Ikhwan
  • Penerbit : Bentang Pustaka
  • Jumlah Halaman : 374 Halaman
  • ISBN : 9786022910275
  • Harga : Rp. 79.000

Ya, saya baru baca buku bagus ini di tahun 2019, empat tahun sejak buku ini diterbitkan. Ceritanya tahun lalu saya melihat review buku Dawuk di Goodreads dan rasanya langsung tertarik beli. Trus cek lagi penulisnya, ternyata Mahfud Ikhwan lebih dulu menulis novel Kambing dan Hujan sebelum Dawuk, yang ternyata bagus juga ratingnya dan reviewnya pun banyak yang bilang bagus. Akhirnya saya memutuskan untuk baca dulu Kambing dan Hujan ini sebelum membaca Dawuk.

Siapa bilang menikah itu satu agama itu bakalan gampang? Buktinya rintangan besar atas niat menikah Mif dan Fauzia, yang sama-sama anak Centong membuat mereka harus menguak kembali apa yang terjadi zaman dulu, zaman para orangtua mereka.

Diawali dengan cerita Mif dan Fauzia yang ingin menikah, lalu ngomong deh ke orangtua masing-masing, trus orangtuanya kaget kenapa Mif harus bertemu Fauzia? Dan mengapa pula Fauzia ingin menikah dengan Mif? Dari situ lah, cerita dari kedua belah pihak bergulir.

Read the rest of this entry »

Review Buku : Hellomotion Couple Goals

April 11
  • Judul Buku : Hellomotion Couple Goals
  • Penulis : Wahyu Aditya
  • Penerbit : Bentang Pustaka
  • Jumlah Halaman : 248 Halaman
  • ISBN : 9786022913856
  • Harga : Rp. 74.000

Udah lama gak baca buku atau komiknya Mentri KDRI (Kementerian Desain Republik Indonesia), Wahyu Aditya. Lupa kapan terakhir kalinya baca komik yang Mas Gembol (begitu dia akrab disapa), beberapa hari lalu saya gak sengaja cari-cari di Ipusnas, ternyata menemukan beberapa buku yang belum saya baca, jadilah saya unduh dan baca termasuk lah salah satunya buku ini.

Melihat dari judulnya, saya pikir ini adalah buku penuh ilustrasi ala Mas Gembol yang menceritakan kehidupan asmaranya hingga menikah, tapi ternyata saya tidak sepenuhnya benar. Ini buku ini bukan cuma ilustrasi saja, tapi memang tulisan padat mengenai banyak hal, bukan cuma perjumpaannya dengan @nengarie.

Read the rest of this entry »

Review Buku : Hijrah Bang Tato

July 25

Judul Buku : Hijrah Bang Tato
Penulis : Fahd Pahdepie
Penerbit : Bentang Pustaka
Jumlah Halaman : 246 Halaman
ISBN : 9786022914334
Harga : Rp 59.000

Dalam buku ini, terasa sekali bagaimana hidayah datang dan bagaimana istiqomah itu tidaklah mudah.

Sebenarnya review buku ini sudah masuk dalam draft blog ini lama, sejak akhir tahun 2017 lalu, dan saya pun sudah selesai membaca buku ini awal Desember 2017. Tapi tak mengapa lah ya, sayang aja cuma nangkring di draft, mari kita selesaikan.

Saya sendiri udah lama gak baca bukunya Fahd, waktu itu mampir ke Toga Mas Jogja saya akhirnya membawa buku ini ke kasir. Fahd selalu menulis dengan gaya bahasa yang mudah untuk dimengerti, mudah untuk dinikmati, begitu juga dengan buku ini. Kali ini Fahd menulis tentang Bnag Tato, itu sebutannya. Sesuai dengan judulnya buku ini tentang Bang Tato dan bagaimana hijrahnya.

Hijrah sendiri sebenarnya artinya berpindah, kira-kira kalo sekarang diartikan sebagai berpindah, berubah menjadi lebih baik (lebih agamis). Memutuskan untuk selalu mematuhi perintah Allah dan menjauhi larangannya gitu. Bang Tato juga begitu yang tadinya preman, tatoan, narkoba-an, memutuskan untuk kembali sholat. Pas sholat di masjid, dia harus menghadapi tatapan orang-orang yang melihat sekujur tubuhnya penuh tato. Ia akhirnya bertemu dengan ustaz yang baik mau membantunya untuk kembali sholat. Akhirnya bertemu dengan seorang perempuan yang akhirnya mau dia nikahi. Ternyata gak segampang itu juga mencari pekerjaan bagi Bang Tato untuk memberi nafkah pada istrinya. Hingga akhirnya dia dipertemukan dengan Fahd yang mengajaknya untuk bekerja dengannya. Sebelumnya, diceritakan kesulitan-kesulitan yang dialami Bang Tato selama mencari pekerjaan, kesulitan untuk punya rumah dan membeli makanan bersama istrinya.

Read the rest of this entry »