September 25
  • Judul Buku : Mantappu Jiwa
  • Penulis : Jerome Polin
  • Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
  • Jumlah Halaman : 224 Halaman
  • ISBN : 9786020632414
  • Harga : Rp. 95.000

Karena ketika orang lain meragukan kita, siapa lagi yang bisa percaya sama diri ini kalau bukan kita sendiri.

#rumusjerome

Buku ini waktu dirilis, di Whatsapp Grup GRI jadi ada yang nanya, siapa Jerome Polin? Termasuk saya yang gak tahu ini orang siapa. Ternyata ada yang bilang, kalo Jerome adalah seorang Youtuber yang dapet beasiswa sekolah di Jepang dan suka banget matematika dan juga sering banget bantuin followernya bahas soal matematika. Dari sana saya dapet gambaran siapa itu Jerome, walaupun belum pernah liat akun sosial medianya juga channel Youtubenya.

Mantappu Jiwa adalah kalimat yang diucapkan Jerome di channel Youtubenya, kayaknya sih dari istilah yang memang ngetren zaman sekarang yaitu ‘mantap jiwa’ buat suatu hal yang dirasa luar biasa (Ya, penjelasan ini bagi yang mungkin baca entah nanti di tahun kapan).

Kabarnya saat pre-order buku ini laris manis nis sampe habis dalam waktu gak sampe 10 menit saja. Luar biasa bukan? Begitu populernya si Jerome ini ya (gak cuma pintar tapi juga ganteng), pikir saya waktu itu. Apakah bukunya memang semenarik itu? Lalu saat buku ini nongol di Gramedia Digital, saya coba unduh saja, lalu semalem akhirnya mencoba mulai baca ebooknya.

Dalam buku ini Jerome menuliskan kisah hidupnya, dimulai sejak dia kecil di Surabaya, memulai menyukai matematika, mengikuti lomba-lomba dan olimpiade hingga keinginannya kuliah di luar negeri. Semua dituliskan dengan runut, menarik dengan bahasa kekinian sembari ada selipan cuhat colongan (curcol) juga. Bagian yang paling menyita perhatian adalah pada saat Jerome menceritakan betapa keras usahanya belajar untuk mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri yaitu Singapura yang menjadi mimpinya. Mulai dari ikut tes untuk NTU dan NUS hingga lanjut mencari beasiswa di sana-sini.

Perjuangan Jerome sampe mendapatkan beasiswa ke Jepang bukanlah hal yang mudah, dari ceritanya ini aja kebayang bagaimana sulitnya soal-soal juga langkah-langkah yang harus dilalui. Buku ini dipenuhi dengan berbagai kalimat-kalimat motivasi yang memang dibuat Jerome untuk dirinya sendiri, pastinya ini juga harusnya bisa jadi motivasi bagi para pembaca buku ini untuk meraih apa yang menjadi mimpi besar. Banyak kegagalan juga dilaluinya, tapi kalimat ‘Roma yang kutuju belum tentu Roma yang Tuhan sediakan buatku‘ seperti obat yang bisa menambah kembali semangat kala merasa sedih dalam sebuah kegagalan.

Saya salut sama orang-orang seperti Jerome, matematika itu sendiri hal yang sulit bagi sebagian besar orang, tapi dia benar-benar mencintai matematika. Buat adik-adik yang perlu buku motivasi, buku ini pastilah saya rekomendasikan, apalagi buat yang pengen dapet beasiswa ini itu, biar gak gampang nyerah. Disisipi pula dengan soal-soal matematika dibeberapa halaman membuat buku ini terasa sekali personal Jerome-nya, beberapa halaman juga dibuat berwarna dan ditambahkan ilustrasi gambar yang bikin buku ini terlihat lebih menarik. Belum lagi Jerome juga pake bahasa anak zaman now, yang memang pas banget kalo dibaca saat ini, entah kalo nanti-nanti mungkin jadinya pada gak ngerti.

Kurangnya dalam buku ini Jerome menulis kayak jalan tol, lurus aja gitu kayak gak ada berhentinya, akan lebih enak sebenarnya kalo dibikin chapter, misal : cahpter masa kecil, masa sma, masa ikut olimpiade, masa mencari beasiswa, masa memulai jadi Youtuber, dsb, menurut saya akan terasa lebih enak dibaca.