March 18

Bagi kamu pecinta ebook, kalo sampe belum nyobain aplikasi Ipusnas rasanya sayang banget.

Saya juga awalnya bukan penyuka ebook, tapi setelah punya Kindle dan harga buku terasa mahal, ebook adalah suatu pilihan bijak dalam hal membaca. Kita tetap bisa membaca dengan membeli ebook yang harganya relatif lebih murah. Ya walau resikonya kita gak punya koleksi fisik bukunya.

Setelah Kindle akhirnya Google Playbook hadir, lumayan bisa mengisi kekosongan hati jika ingin segera membaca buku yang diincar, koleksinya pun terbilang banyak dari buku lokal dan import dan harganya lebih miring dibanding beli buku fisik dong. Untuk Google Playbook, dia jarang banget ngasih diskon untuk beli ebooknya tapi biasanya di hari-hari libur sering ada promo sih yang bisa dilihat-lihat.

Setelah Google Playbook hadir lalu ada Gramedia Digital yang membuat saya menjadi gemar membaca ebook. Bayangkan saja, hampir semua buku-buku terbitan Gramedia grup ada di sana pun dengan buku-buku baru. Jelas saja ini menjadi kesukaan saya, hematnya lagi bisa berbagi akun untuk menikmati fasilitas premiumnya. Hemat banget dan bikin ketagihan. Sampai saat ini saya sudah menikmati puluhan ebook di GD.

Saya mungkin orang yang telat menyadari bahwa Perpustakaan Nasional Indonesia juga punya koleksi ebook, mereka menamainya Ipusnas. Dengan download aplikasi Ipusnas dan registrasi melalui web dengan mudah kita semua bisa menikmati banyak ebook kapan saja dari gadget.

Bagi yang belum pernah nyoba, hayo silakan dicoba daftar dulu di sini. Lalu download app Ipusnas di gadget kamu. Kalo udah tinggal cari aja kata kunci ebook yang ingin kamu baca. Tekan borrow/pinjam trus nanti buku yang kamu pinjam otomatis akan terdownload dan selanjutnya bisa langsung dibaca. Udah gitu doang? Gampang kan.

Namun, namanya juga meminjam ya jelas ada waktu pinjamnya. Ebook yang sudah dipinjam cuma bisa kamu baca untuk waktu 3 hari saja, lebih dari itu ebooknya akan otomatis dikembalikan dan tidak lagi ada di tab buku-buku yang kamu pinjam dalam aplikasi itu. Jika kamu mau melanjutkan baca ebooknya lagi harus pinjam ulang. Ya di sini letak agak repotnya, apalagi jika baca ebook yang jumlah halamannya banyak dan gak bisa kamu selesaikan dengan cepat.

Kekurangan kedua dari aplikasi Ipusnas yang saya rasakan yaitu dia kayak buka file pdf yang berarti untuk ke halaman selanjutnya itu digeser ke atas bukan seperti membalikkan buku. Mungkin ini adalah hal yang biasa aja ya, tapi saya kebiasaan baca dengan cara geser kanan bukan geser ke atas.

Selanjutnya, yang menjadi kurangnya Ipusnas adalah kadang ebook yang dibaca tidak otomatis terbookmark. Jika aplikasi ditutup, beberapa ebook kembali ke halaman awal, bukan ke halaman terakhir yang kita baca. Ini agak merepotkan sih buat saya, karena lagi-lagi saya terbiasa begitu, menutup aplikasi lalu membuka kembali dengan halaman yang terakhir saya baca. Di Ipusnas harus selalu bookmark manual agar tidak terjadi kamu kelupaan di halaman berapa terakhir baca.

Walau punya beberapa kekurangan tapi tetap saja koleksi ebook yang banyak di Ipusnas jadi salah satu pilihan yang bisa kamu pertimbangkan dalam menikmati kegiatan membaca. Silakan dicoba dan selamat membaca ya 🙂