December 17

Beberapa teman sempat bertanya pada saya, untuk apa punya target baca? Kalo mau baca ya baca aja, gak perlu pake target, nikmati saja katanya.

Membaca itu adalah satu hal pokok dalam hidup kita. Itu kenapa sedari kecil, awal yang kita pelajari adalah mengetahui huruf, mengejanya menjadi kata, kalimat selanjutnya kita bisa membaca. Semakin hari membaca adalah hal yang tiap hari kita kerjakan. Membaca jam didinding ketika membuka mata, membaca koran ketika sarapan, membaca pesan dalam email hingga mungkin keinginan untuk membaca hatimu *uhuk.

Lalu, siapa yang sekarang udah gak baca koran kalo pagi? Banyak, tergantikan dengan baca status teman di Twitter, liat Instagram, sosial media. Lalu mungkin lupa kapan terakhir kali baca buku setelah lulus dari sekolah. Ini yang sebenarnya gak boleh berhenti, karena buku itu jendela dunia, kita bisa belajar apa saja dari buku. Kita bisa belajar memahami apa saja dari buku. Kebiasaan membaca ini tidak akan dengan sendirinya tumbuh apabila tidak ditanam sedari kecil dan dipupuk dalam prosesnya.

Buat saya punya target baca, itu membuat saya mencambuk diri sendiri agar lebih banyak untuk membaca. Dengan target baca saya merasa mampu mengurangi hal-hal yang tidak berguna, yang membuang waktu saya percuma dan menggantinya dengan membaca. Misalnya apa hal yang buang-buang waktu? Kebanyakan kepo di Instagram temen, artis, lambe turah contohnya. Trus nonton Youtube vlogger yang kerjaannya makan dan pamer room tour dan jalan-jalan (yang gak ada isi cuma cerita dia lan-jalan aja). Menurut saya, kita bisa menggantinya dengan membaca, 30 menit udah bisa baca berapa halaman kan?

Buat saya target baca itu memacu saya untuk membaca lebih banyak. Gak usah banyak-banyak kalo emang sibuk dengan pekerjaan, cukup bikin target yang memang dirasa mampu saja. Misalnya 12 buku dalam 1 tahun? Itu berarti kamu harus baca cukup 1 buku dalam 1 bulan. Masa’ sih gak bisa? Mau buku apa aja boleh kok, bahkan komik pun tetap buku namanya. Kecuali kamu merasa tidak penting baca komik dan menargetkan untuk membaca buku berat, ya terserah saja. Bebas.

Jika memang dirasa perlu, bikin daftar buku yang ingin kamu baca tiap tahunnya. Seorang penulis, Bernard Batubara pernah membagi di Twitternya bagaimana dia membuat daftar bacaannya tiap tahun. Menarik, bisa diikuti. Sayangnya, saya itu orangnya baca sesuai mood, kalo pengen baca fiksi ambil novel, trus pengen yang pendek, baca kumpulan cerpen, pas bepergian biasanya buku non-fiksi. Saya malah bisa baca beberapa buku dalam waktu yang sama. Polygamist reader, kalo istilahnya Kak Desty.

Target baca membuat saya selalu diingatkan untuk harus membaca setiap harinya. Saya sisihkan waktu saya paling tidak 30 menit sebelum tidur untuk membaca. Kalo nanti ketiduran ya tak apa, cuma dapet baca 1 halaman juga tak apa. Yang penting tetap bisa membaca daripada tidak sama sekali. Apalagi kalo pake widget Goodreads Reading Challenge di sidebar blog, rasanya selalu diingatkan untuk membaca. Sama aja seperti kamu harus berjalan berapa ribu langkah per hari untuk alasan kesehatan. Gak juga gak ada yang marah kan? Itu targetmu sendiri.

Gak ada yang salah dengan banyak membaca, kan? 🙂