June 25

Judul Buku : Catatan Harian Menantu Sinting
Penulis : Rosi L. Simamora
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 232 Halaman
ISBN : 9786020380674
Harga : Rp. 63.000

Cerita antara mertua dan menantu masih sering menarik perhatian, kan? 😀

Ini cerita Minar, sang menantu dengan Mamak Mertuanya, ibu dari suaminya, Sahat. Karena keluarga Batak, maka kelucuan dalam buku ini pun benar-benar kayak yang kita biasa liat di tv, dari cara ngomong orang Batak yang ditulis dengan heboh sama Rosi L. Simamora hingga adanya sedikit ilustrasi di tiap bab, yang membuat buku ini makin menarik.

Membaca buku ini dengan kosa-kata Batak membuat saya harus melihat ke footnote untuk mengetahui keterangan artinya. Saya baca kalo pas bagian Mamak Mertua, langsung aja ngakak gitu deh. Asli lucu yang kerasa gak dibuat-buat. Cara ngomong khas Batak, ada ‘bah’-nya, trus pelafalan ‘e’ yang tidak pada tempatnya, p sama f yang ternyata bukan hanya jadi masalah orang Sunda 😀

Cerita antara menantu dan mertua memang bukan hal baru, saya udah beberapa kali baca, tapi yang ini betul-betul menghibur. Minar dan Sahat yang harus tinggal diawal pernikahan mereka di rumah Mamak Mertua, menempati ranjang yang sering berderit menjadi absensi bagi si Mamak. Mamak Mertua yang merupakan ibu tunggal berusaha membesarkan anak-anaknya dengan kerja keras, makanya jadi pelit, irit. Sahat anak bungsu dari 4 bersaudara, ada Monang si abang sulung yang belum menikah, dan kedua kakak perempuannya. Yang bikin ngakak itu emang cerita Mamak Mertua yang beneran riwil, sok tahu, ngeselin tapi perhatian, pokoknya bisa bikin yang baca ngakak gitu deh. Dijamin.

Entah cerita ini kisah nyata apa fiksi belaka, yang jelas kejadian-kejadian dalam buku ini seperti beneran nyata. Saya sampe bisa membayangkan bagaimana Minar, sang menantu harus rela menelan banyak kekesalan terhadap sang mertua. Sahat yang anak bungsunya Mamak yang lebih sering manja walau digambarkan Sahat ini jantan banget, macho gitu.

Buku ini dimasukkan dalam kategori 21+ karena memang cerita suami istri ini rada vulgar, bukan ada adegan suami istri, gak gitu juga sih, tapi beberapa cerita Sahat dan Minar menggunakan kata-kata dan bahasa yang memang yang dewasa yang tahu. Sayangnya, menurut saya cover bukunya kurang menampilkan isi dalam bukunya, kurang lucu, kurang menarik dan kurang gimana gitu. Tapi, buku ini saya rekomendasikan buat kalian yang pengen bacaan ringan nan menghibur yang bisa dibaca di akhir minggu.