January 10

Judul Buku : London ; Angel
Penulis : Windry Ramadhina
Penerbit : Gagas Media
Jumlah Halaman : 330 Halaman
Harga : Rp. 49.000
ISBN : 9789797806538

Bilang cinta itu tidak mudah
Ku malu teramat malu
Untuk bilang cinta padamu
Ku berlatih seharian
(Bilang Cinta – Gamal Audrey Cantika)

London adalah buku kelima dari seri Setiap Tempat Punya Cerita (STPC) dari Gagas Media. Tapi ini adalah buku pertama yang saya baca. Bukan, bukan karena London, tapi karena Windry Ramadhina, penulisnya. Dan London adalah bonusnya 🙂

Sebenarnya buku ini bercerita tentang sahabat jadi cinta, antara Gilang – Ning dan juga John – Madge. Gilang menyimpan perasaan suka pada Ning selama enam tahun dan akhirnya bela-belain ke London demi bilang cinta ke Ning yang bekerja disana.

Siapa bilang buat laki-laki bilang cinta itu mudah? Boleh jadi bagi sebagian laki-laki ya gampang, tapi tidak bagi Gilang. Buktinya butuh waktu lama hingga akhirnya Gilang memberanikan diri mau menyatakan cinta, ke London lagi.

Sampai di London, ternyata Gilang bertemu mister V dengan ceritanya bertemu sang istri di London, bertemu dengan John dan Madge, Goldilocks dan Ayu. Dari John Lowesley, Gilang menyadari berapapun besar kecilnya kemungkinan Ning menyukainya, yang penting Gilang harus bisa berani bilang ke Ning. Walau ada seorang Finn yang ternyata membuat Ning sungguh bersinar.

Tema besarnya memang persahabatan jadi cinta, sepertinya biasa tapi Windry mampu mengemas ceritanya menjadi manis. London pun juga terasa banget gimana menariknya. Pembaca pun dibuat menyadari betapa sulitnya menjadi Gilang.

Menunggu cinta bukan sesuatu yang sia-sia, tapi menunggu seseorang yang tidak mungkin kembali, itu baru sia-sia.

Windry menulis dari sudut Gilang. Padahal biasanya penulis perempuan akan menulis dari sisi perempuan. Jadi, saya pikir semoga beneran banyak laki-laki yang bisa seperti Gilang. Kan kadang cara pikir perempuan beda sama laki-laki 🙂

Hampir semua buku Windry sebelumnya adalah buku-buku yang enak dibaca, paling tidak itu menurut saya. Saya adalah tipe pembaca yang kalo suka penulisnya, pasti beli dan baca aja gitu buku-buku selanjutnya.

Gak kayak buku-buku Gagas lainnya yang covernya menawan hati, seri STPC ini menurutku justru biasa aja, gak memberikan landmark dan gambar pesona tempat-tempat tersebut di covernya. Walau begitu, bagi yang menyukai pergi ke berbagai tempat di belahan dunia manapun, kita akan selalu bilang, setiap tempat memang akan selalu punya cerita sendiri.