November 9

Judul Buku : My Cup of Tea
Penulis : Nia Nurdiansyah
Penerbit : Gagas Media
Jumlah Halaman : 360 Halaman
Harga : Rp. 45.000
ISBN :Β 9789797806323

People who are meant to be together will always find their way back to each other. They may take detours in life but they’re neber lost.

Sudah lama sejak terakhir saya membaca novel yang didalamnya berkaitan dengan dunia makanan, dan membaca My Cup of Tea membuat saya membayangkan banyak makanan enak dan jadi kelaperan terus πŸ˜€

Shereen dan Dipi yang terpaut usia 3 tahun berteman sejak kecil. Shereen yang lebih tua seringkali bertindak sebagai kakak setelah pertemuan di tempat yang mereka namai secret garden. Makin dewasa Shereen sudah lebih banyak berubah walau mereka tetap bersahabat, tapi hidup membawa mereka ke kehidupan yang mereka pilih.

Dipi adalah seorang pastry chef yang pernah bekerja di salah satu hotel hingga membuat cafe dan toko roti bersama mantan pacarnya. Setelah putus sama mantannya, cafe dan toko roti yang mereka buat pun harus tutup. Sejak saat itu Dipi banyak belajar lagi dengan lebih banyak jalan-jalan menemukan resep dan makanan baru. Persahabatan antara Dipi dan Shereen pun tetap terjaga walau Shereen kerap kali berganti pacar.

Shereen sudah memiliki Artega atau Art, seorang pria yang digambarkan begitu tampan dan nan terkenal di kalangan sosialita. Dipi merasa Shereen jadi tidak punya waktu lagi untuk sekedar ngobrol dengannya sejak ada Art. Dipi merasa Art tidak cocok untuk Shereen. Hingga akhirnya Art dan Dipi sama-sama mendapatkan kesempatan sekolah lagi di negara yang sama, Korea Selatan.

Kepergian Art membuat Shereen kesepian apalagi Dipi juga meninggalkannya tanpa berpamitan. Shereen pun mengunjungi Art dan tak pernah terbayangkan oleh Shereen bahwa dia akan mendapatkan kejutan di Seoul yang membuatnya sedih. Ada apa dengan Shereen? Bagaimana dengan hubungan Dipi dan Shereen? Silakan diteruskan dengan membaca novel ini. Ending yang menarik walau tidak seperti yang saya bayangkan πŸ˜€

Dari sisi cerita sebenarnya saya berharap lebih banyak mengetahui apa yang terjadi dalam dunia per-pastry-an dari Dipi, tapi makin kebelakang makin berkurang porsinya. Walau terlihat sekali bahwa Mbak Nia, penulisnya, mencari tahu banyak soal dunia pastry hingga chef yang terkenal juga istilah lainnya.

Penceritaan dari dua sisi yaitu dari sisi Shereen dan Dipi tanpa dibedakan jenis font membuat saya sedikit bingung dan lalu menebak-nebak, ‘Bab ini siapa ya,.. *setelah baca beberapa paragraf* ohh… Dipi’ lalu selanjutnya bisa bagian Shereen. Agak membuat saya bingung, lain halnya kalo dibedakan jenis fontnya, pembaca jadi tahu bagian siapa ceritanya.

Konflik yang dibangun diluar tebakan saya begitu pun endingnya. Walaupun ya… saya tetap berharap ada sesuatu yang lain diakhir cerita *maksa* πŸ˜€ Kemunculan Park Min Ho di penghujung cerita sebenarnya bagus sebagai bagian dalam memantapkan hati Shereen, tapi Min Ho ini bikin saya jadi inget aktor Korea, Lee Min Ho yang ganteng ituh πŸ˜€

Dan… terakhir… desainer sampulnya Gagas ini keren-keren, sampul My Cup of Tea ini pun ciamik sekali, menawan hati.