October 24

Judul Buku : Nightmare in the Snowfields
penulis : Mutiq Jujazki
Penerbit : Leutikaprio
Jumlah Halaman : 162 Halaman
Harga : Rp. 37.600
ISBN : 9786022257103

Kalian penyuka R.L. Stine? Wajib baca buku dari Mutiq Jujazki.
Terjemahan? Bukan! Dari penulis Indonesia kok 🙂

Kalo waktu SMP, saya adalah penggemar buku-buku RL Stine, tidak begitu pas udah dewasa. Mungkin juga sesuai dengan umur ya, saya jadi lebih suka baca novel dan meninggalkan baca buku dengan tema horor atau thriller. Saya menemukan kembali RL Stine dalam buku Nightmare in the Snowfields ini.

Berkisah tentang Jowy Bright yang menjalani liburan musim dinginnya di rumah bibinya di desa Scar Winter. Jowy merasa tidak seharusnya ia menikmati liburan di rumah bibinya karena ada mitos si wanita salju yang katanya bertahan hidup dengan cara menyerang dan meminum darah lelaki di desa Scar Winter.

Benar saja, keanehan dan kengerian pun dialami Jowy tiap hari dari mulai melihat sosok wanita misterius, bisikan-bisikan aneh hingga satu per satu teman Jowy meninggal dengan cara yang tidak wajar. Jowy pun merasa ini adalah ulah si wanita salju.

Ceritanya membuat pembaca penasaran dan menikmati lembar demi lembar isi dalam buku ini. Bagi saya yang suka nonton misteri kematian ala CSI, saya dibuat penasaran sampai di bab-bab terakhir semuanya terkuak. Penulis mampu mengemas cerita ini dengan baik.

Terlepas dari cerita dalam buku ini, covernya agak terasa kurang misteri aja gitu. Ilustrasi di lembar awal tiap bab yang menampilkan perempuan dengan mantel yang sedang tersenyum tapi tangannya memegang pisau juga kurang terasa horor. Mungkin karena senyum si perempuan itu terlihat manis bukan menyeramkan kali ya 😉

Mutiq, Si Penulis, memang penyuka RL Stine maka dia menulis buku ini dengan genre yang sama. Saya salut dengan penulis-penulis muda yang mau keluar dari genre yang lagi tren. Kalo semua pada sibuk nulis novel yang tak jauh dari percintaan, Mutiq mampu menelurkan buku ini dengan baik. Saya berharap Mutiq bisa terus berada pada genre yang dia suka, walo mungkin genre tersebut tidak selaris yang lain.

Walo penyuka RL Stine saya merasa mungkin Mutiq bisa nyoba untuk menulis cerita misteri dengan setting Indonesia dengan penokohan yang juga terasa lebih lokal.