October 11

Judul Buku : Air Mata Terakhir Bunda
Penulis : Kirana Kejora
Penerbit : Hi-Fest Publishing
Jumlah Halaman : 204 Halaman
Harga : Rp. 38.000
ISBN : 9786028814140

Sekali lagi. Perjuangan seorang ibu selalu menjadi arti besar dalam hidup anak-anaknya.

Jujur, buku ini langsung saya baca setelah saya menonton filmnya beberapa hari lalu. Saya merasa tidak hanya terharu, tapi juga banyak belajar dari seorang ibu bernama Sriyani dalam film tersebut. Bukan hanya karena yang main di film itu Vino G Bastian, si aktor ganteng nan idola semua orang tapi semua dalam film itu terkesan punya peran penting.

Tentang kehidupan Delta Santoso yang tumbuh besar di Sidoarjo bersama kakaknya, Iqbal dan seorang ibu bernama Sriyani. Diceritakan ibunya menjadi single parent setelah ditinggal Sang Ayah. Ini adalah satu hal yang tidak ada dalam filmnya. Alasan Sang Ibu berpisah dengan Si Ayah.

Sriyani mengajarkan hal-hal mendasar dan menanamkan nilai-nilai moral yang baik pada kedua anaknya, sehingga Iqbal dan Delta menjadi anak yang patuh. Beberapa adegan dalam film ternyata kurang banyak menggambarkan kebaikan-kebaikan yang ditanamkan Sang Ibu pada Iqbal dan Delta.

Bahwa hidup tidak boleh mengeluh.
Hadapi masa sekarang dan rancanglan masa depan
Gampang sabar dan gampang syukur.
Harta bukanlah yang utama, tapi punya banyak ilmu itu yang dicari.

Alur maju mundur yang terjadi di film, seperti itu juga terlihat dalam buku ini. Jika di film saya amat menikmati alur yang lambat tapi penuh pesan moral, dibukunya tiap adegan terasa cepat sekali.

Memang buku ini tak ubahnya seperti buku-buku lain dengan tema yang sama. Perjuangan seorang ibu. Saya hampir tidak mendengar kehebohan buku ini sehingga menjadi Nasional Best Seller (seperti tertulis di sampul bukunya), jika saja buku ini tidak difilmkan. Saya sendiri mendapati buku dengan cetakan ke-7, lumayan laris ternyata.

Bagi yang suka buku genre seperti ini, mungkin buku ini patut untuk dibaca. Saran saya, tontonlah dulu filmnya, karena buku ini sepertinya akan terasa lebih baik. Bagi yang belum nonton, mungkin buku ini akan terkesan ‘biasa aja’ atau malah datar saja. Tidak ada adegan dramatis yang membuat pembaca menangis haru ketika melihat Delta berhasil lulus kuliah. Ya, Kirana Kejora kurang mendeskripsikan hal-hal dramatis dalam buku ini.

Kirana Kejora, ini bukan lah buku pertama yang saya miliki. Namun saya harus bilang bahwa ini buku pertama yang saya baca. Jika dilihat dari beberapa bukunya, sepertinya Kirana Kejora spesialis dalam hal menulis berdasarkan kisah nyata.