October 3

Judul Buku : Tetap Saja Kusebut (Dia) Cinta
Penulis : Tasaro GK
Penerbit : Qanita
Jumlah Halaman : 264 Halaman
Harga : Rp. 69.000
ISBN : 9786029225884

Andai saja saya tahu di awal kalo buku ini adalah kumcer alias kumpulan cerita, saya pastikan saya gak akan beli buku ini. Tapi ternyata saya gak nyesel, saya menemukan sesuatu yang sederhana tapi manis sekali didalamnya.

Saya kurang menyukai kumpulan cerita, akhir-akhir tiap kali menemui buku-buku kumcer, saya menaruh kembali itu buku dan memilih buku yang lain untuk dibeli. Saya suka sebel, ceritanya kadang pendek sekali, saya menyukai cerita yang lebih dalam, cerita yang lebih panjang.

Berbekal nama Tasaro, saya pun beli buku ini tanpa tahu cerita di dalamnya, saya cek Goodreads pun blom ada review yang ngasih tahu kalo buku ini adalah kumcer. Tapi ternyata saya gak nyesel, ada 9 cerita yang tidak terlalu pendek dan diceritakan dengan apik oleh Tasaro.

  1. Puisi
  2. Roman Psikopat
  3. Galeri
  4. Bukan Malaikat Rehat
  5. Tetap Saja Kusebut (Dia) Cinta
  6. Tuhan Nggak Pernah Iseng
  7. Separuh Mati
  8. Atarih
  9. Kagem Ibuk

Sesuai judul buku ini, cerita yang paling saya suka adalah Masih Saja Kusebut (Dia) Cinta. Tentang Angaraka dan Arumdhati. Ya, kisah cinta memang, tapi kisah cinta yang tak bertemu. Arumdhati yang mencari Angaraka, sang pujaan hati setelah berpuluh tahun tak bertemu. Arumdhati masih menyimpan tanya yang belum terjawab tentang rasa pada Angaraka. Hingga suatu hari mereka bertemu, memberikan pengakuan dan melanjutkan hidup.

Menurut saya cerita antara Angaraka dan Arumdhati ini sangat realistis dan gak ketebak. Saya tersenyum ketika mendapati ending cerita ini. Sederhana tapi manis sekali. Angaraka berkata ;

Ada waktunya perasaan itu mencapai klimaksnya ketika terjadi sebuah pengakuan, kesepahaman. Cinta kadang memiliki dimensi yang terbatas pada rasa saja.

Gak cuma itu, saya mendapati cerita yang bikin saya trenyuh di bagian awal, yaitu Puisi. Hampir-hampir saya pikir buku ini kesemua ceritanya akan bikin saya sedih. Tapi, sampai cerita Roman Psikopat, saya merasa Tasaro juga mampu banget bikin cerita misteri ala psikopat yang seru.

Di bagian akhir buku ini, cerita Kagem Ibuk pastinya akan membuat para pembaca jadi pengen melukin ibunya, terharu dan akan terkenang bagi yang sudah ditinggalkan oleh sang ibu.

Dan… satu lagi, buku ini dipersembahkan khusus buat Dewi ‘Dee’ Lestari lho. Hmm… so sweet 😉

Buat yang suka kumcer, buku ini harus dipastikan harus berada dalam koleksimu. Buat yang kurang suka kumcer, gak ada salahnya baca buku ini. Dijamin gak bosen dengan cerita-ceritanya.