August 26

Judul Buku : Restart
Penulis : Nina Ardianti
Penerbit : Gagas Media
Jumlah Halaman : 456 Halaman
Harga : Rp. 55.000
ISBN : 9789797806316

Yang bisa mengobati patah hati itu cuma waktu dan orang baru.

Ini buku kedua dari Nina Ardianti yang saya baca, setelah sebelumnya di tahun 2007 saya membaca Simple Lie. Saya hampir lupa saya pernah membaca karya Nina sebelumnya. Bukan, bukan karena Nina baru menelurkan karya kembali, hanya karena saya kurang sreg dengan karya-karyanya yang lain.
Setelah Restart terbit, entah kenapa saya tergerak untuk membeli dan membacanya.

Tema besar buku ini memang tentang move on.
Kata yang lagi ngehits memang di social media. Gak jarang jadi bahan lucu-lucuan di Twitter dan Path. Padahal, bagi sebagian orang memang tidak mudah untuk move on. Apalagi ini urusan hati, cinta. Aiiih…gak bisa pake teori, tapi dijalani. *sok bijak*

Bercerita tentang Syiana Alamsjah dan Fedrian Arsjad.
Syiana yang ingin move on dari Yudha, sang mantan pacar yang kepergok selingkuh bertemu secara gak sengaja dengan Fedrian, si gitaris band Dejavu yang terkenal ganteng. Dalam buku ini band Dejavu terkenal banget se-Indonesia Raya.

Syiana yang jadi ketus dan sarkas akhirnya jadi dekat dengan si artis. Kata orang berjodoh itu ketemu lagi setelah gak sengaja ketemu di pertemuan pertama, dan selanjutnya cerita tentang Syiana dan Fedrian mengalir.

Syiana yang seorang pegawai bank, mengingatkan saya dengan Ika Natassa, tapi thanks God, kalimat berbahasa Inggris tidak mendominasi di buku ini seperti halnya kita temui di bukunya Ika Natassa ๐Ÿ˜€

Saya mungkin bisa saja memberi buku ini 5 bintang seandainya saja, saya menemukan konflik yang lebih hebat pada hubungan Syiana dan Fedrian yang mampu ditutup dengan ending enak. Dalam sepertiga terakhir buku ini saya hampir mencari-cari dimana letak konflik antara mereka berdua selain ada mulut. Akhirnya saya menemukannya, walaupun menurut saya, konflik antar mereka kurang hebat. Tapi, tidak mengubah penilaian saya bahwa buku ini menarik banget. Bintang 4.

Oh ya, satu lagi, entah kenapa oh mengapa, Fedrian disini digambarkan sangatlah sempurna. Ya gantengnya. Ya keluarganya. Ya kaya. Ya pinter. Ya musisi. Ya seleb. Ya gitu deh. Mbok ya dibuat jangan serupa malaikat gitu, biar para pembaca bisa memahami bahwa memang tak ada yang sempurna namun bisa diterima oleh pasangannya ๐Ÿ™‚

Nggak usah takut sama cobaan, masalah, atau apa pun itu. Ketika kalian sudah menemukan orang yang tepat untuk berbagi beban dan kebahagiaan, naik turunnya hidup–percayalah, berada di bawah itu akan sama rasanya seperti kita berada di atas. Senang dan susah hanyalah fase dalam hidup yang akan segera berganti.