March 15

Judul Buku : Galaksi Kinanthi : Sekali Mencintai Sudah itu Mati?
Penulis : Tasaro G.K
Penerbit : Salamadani
Jumlah Halaman : 432 Halaman
Harga : Rp. 59.000
ISBN : 9789791803595

Mencintai satu kali saja setelah itu mati, bisa? Bisa!

Saya merasa orang bisa saja jatuh cinta berkali-kali. Tapi sepertinya tidak dengan Kinanthi dan Ajuj. Judul buku ini benar-benar tepat menggambarkan isi dalam buku ini.

Dialah Kinanthi, tokoh utama dalam buku ini. Prof Kinanthi Hope. Siapa yang mengira perempuan muda sudah S3 dan jadi profesor dan tinggal di Amerika ini punya jalan yang berliku dan cukup panjang untuk dilewati sehingga ia bisa seperti itu.

Kinanthi tidak hanya seorang dosen di universitas di Amerika tapi juga penulis best seller tentang banyak hal. Namun, Kinanthi memulai untuk menulis novel, yang berisi kisah hidupnya. Dari sini alur mundur terjadi, cerita Kinanthi dari ia kecil.

Kinanthi si anak desa tapi memiliki kecerdasan luar biasa. Walau miskin dan keluarganya jadi hinaan banyak tetangga di kampungnya, Kinanthi menjadi peraih juara umum di sekolahnya. Hanya Ajuj yang selalu mau mendengarkan ceritanya, karena hanya Ajuj lah yang mau berteman dengannya.

Ajuj anak seorang yang terpandang dari sisi agama, rois begitu disebut dalam buku ini. Tentu keluarganya tidak menyukai Ajuj bergaul dengan Kinanthi. Hingga Kinanthi harus pergi ke Bandung, Ajuj dan Kinanthi pun tak lagi bertemu.

Di Bandung ternyata Kinanthi dipersiapkan untuk menjadi TKW ke Arab. Perlakuan buruk dari majikan di Arab, lalu pindah ke Kuwait. Mendapat juga perlakuan yang sama akhirnya Kinanthi ikut majikan baru ke Amerika. Ternyata, perlakuan mereka jauh lebih buruk dari sebelumnya.

Lalu Kinanthi yang masih berumur 17 tahun bagaimana bisa jadi profesor? Silakan baca aja ceritanya dalam buku ini 😀

Setelah 20an tahun berlalu, Kinanthi kembali ke Indonesia, bertemu Ajuj. Walau puluhan tahun berlalu tak mengubah rasa yang ada diantara mereka berdua. Surat-surat yang tak pernah sampai ke tangan Ajuj, orang tua yang tidak menyetujui dan waktu yang membuat mereka terpisah jauh ternyata tetap membawa perasaan yang sama sejak kecil.

Sungguh saya terhanyut dengan cerita Kinanthi ini. Tidak hanya cerita cintanya, tapi bagaimana Tasaro mampu menggabungkannya dengan isu lain seperti kekerasan terhadap perempuan, pandangan tentang agama dan unsur-unsur Jawa. Apik sekali. Ditambah lagi dengan kata-kata nan manis dalam surat Kinanthi pada Ajuj. Duh ya, semaleman saya ngabisin buku ini 🙂