December 21

Judul Buku : Perjalanan Rasa
Penulis : Fahd Djibran
Penerbit : Kurniaesa
Jumlah Halaman : 204 Halaman
Harga : Rp. 43.000
ISBN : 7986029934946

Semoga Tuhan mendekatkan semua rahasia perasaan pada jawabannya.

Sebenarnya buku ini adalah buku yang lumayan saya tunggu. Ternyata saya dikasih sama seorang teman. Langsung deh saya ambil dan saya baca. Saya tahu buku ini kumpulan prosa dari Fahd. Ada judul malah pernah saya baca di blognya. Tapi, saya gak berhenti untuk bisa menyukai tulisan dalam buku ini. Terbukti dengan banyaknya tempelan warna warni di beberapa halaman sebagai penanda saya menyukai beberapa kalimat dalam buku ini.

Ada 51 judul. Buanyak ya. Tapi emang sedikit-sedikit kok, ada yang cuma 1 halaman tapi emang kerasa banget khasnya Fahd. Kesemua judul itu berkaitan dari satu judul ke judul lainnya. Jadi, mengalir banget gitu.

Ini buku ke 8 dari Fahd yang saya punya. Ya, saya termasuk penyuka tulisan-tulisannya Fahd. Posting blognya adalah salah satu yang paling saya nantikan. Seringkali malah Fahd menulis berdasarkan sebuah lagu. Seperti sederhana terkadang, tapi maknanya makjleb bener gitu deh.

Percayalah, kesedihan adalah hadiah-agar pada saatnya kita dihibur dengan cara yang paling membahagiakan. Seringkali kita memang dibuat tidak mengerti sebab kita memang tak perlu mengerti… seringkali hidup memang harus dilanjutkan dengan cara yang tak kita inginkan. ~Harapan

Aku memerlukan Objek Agung yang membuatku merasa kecil agar aku tak menjadi sombong dihadapan manusia yang lain. ~Dia

Disanalah kita akan menemukan makna persahabatan sejati: Sebuah moen etis sekaligus momen tragis. Hubungan tak sempurna dari sepasang manusia yang menyadari bahwa hidup tak melulu baik-baik saja-tetapi bersama-sama menghadapi hidup dengan ketegaran, keteguhan dan perjuangan akan membuat kalian baik-baik saja. Bukan untuk saling mengikat atau membatasi, tetapi saling melepaskan dan membebaskan! ~Sahabat

Sesungguhnya, disanalah kita ingin sendiri: Mengasingkan diri dari kebisingan, mengakrabi ruang-ruang hati milik kita masing-masing. Bukan untuk jadi pengecut: Kita ingin sendiri karena kita menyadari bahwa kita manusia biasa yang mungkin terluka.
Percayalah, semua ‘luka’ akan sembuh, pada saatnya. ~Terluka.

horeeey :)

horeeey 🙂

Eh iya, ini buku ke 155 yang aku baca tahun ini. Alhamdulilah jadi terpenuhi target baca buku untuk tahun 2012 ini. Senangnya…. Mari menghadiahi diri sendiri dengan beli buku lagi *pembenaran banget buat nimbun lagi* 😀