Buku, Buku dan Buku A Room Without Books Like a Body Without Soul

Review Buku : Long Way Down – Jalan Masih Panjang

August 3

Judul Buku : Long Way Down- Jalan Masih Panjang
Penulis : Jason Reynolds
Penerjemah : Mery Riansyah
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 320 Halaman
ISBN : 9786020385297
Harga : Rp. 82.000

60 Detik. 7 Lantai. 3 Peraturan.
Bayangkan cerita 60 detik perjalanan turun lift bisa jadi cerita sebuah buku yang mengesankan.

Ini cerita tentang Will, remaja Amerika-Afrika yang harus mengikuti 3 peraturan yang telah turun temurun dilakukan.
No. 1 : Jangan Menangis
No. 2 : Jangan Mengadu
No. 3 : Balas Dendam.

Hal pertama dan kedua telah dilakukan Will dengan baik. Dia tidak menangis juga mengadu setelah melihat kakaknya, Shawn tewas tertembak. Dalam perjalanan Will melakukan peraturan nomer tiga, yaitu balas dendam dengan membawa sepucuk pistol itulah cerita ini menjadi menarik. Dalam perjalanan turun, di dalam lift, semuanya terjadi. Ya, dalam perjalanan 60 detik itu banyak hal yang membuat Will bertanya-tanya apakah balas dendam itu adalah hal yang tepat dilakukan. Sungguh 60 detik yang terasa amat panjang menuju lantai L. Will bertemu dengan pamannya, ayahnya hingga temannya yang merupakan hasil dari balas dendam yang selama ini terjadi.

Read the rest of this entry »

Review Buku : Hijrah Bang Tato

July 25

Judul Buku : Hijrah Bang Tato
Penulis : Fahd Pahdepie
Penerbit : Bentang Pustaka
Jumlah Halaman : 246 Halaman
ISBN : 9786022914334
Harga : Rp 59.000

Dalam buku ini, terasa sekali bagaimana hidayah datang dan bagaimana istiqomah itu tidaklah mudah.

Sebenarnya review buku ini sudah masuk dalam draft blog ini lama, sejak akhir tahun 2017 lalu, dan saya pun sudah selesai membaca buku ini awal Desember 2017. Tapi tak mengapa lah ya, sayang aja cuma nangkring di draft, mari kita selesaikan.

Saya sendiri udah lama gak baca bukunya Fahd, waktu itu mampir ke Toga Mas Jogja saya akhirnya membawa buku ini ke kasir. Fahd selalu menulis dengan gaya bahasa yang mudah untuk dimengerti, mudah untuk dinikmati, begitu juga dengan buku ini. Kali ini Fahd menulis tentang Bnag Tato, itu sebutannya. Sesuai dengan judulnya buku ini tentang Bang Tato dan bagaimana hijrahnya.

Hijrah sendiri sebenarnya artinya berpindah, kira-kira kalo sekarang diartikan sebagai berpindah, berubah menjadi lebih baik (lebih agamis). Memutuskan untuk selalu mematuhi perintah Allah dan menjauhi larangannya gitu. Bang Tato juga begitu yang tadinya preman, tatoan, narkoba-an, memutuskan untuk kembali sholat. Pas sholat di masjid, dia harus menghadapi tatapan orang-orang yang melihat sekujur tubuhnya penuh tato. Ia akhirnya bertemu dengan ustaz yang baik mau membantunya untuk kembali sholat. Akhirnya bertemu dengan seorang perempuan yang akhirnya mau dia nikahi. Ternyata gak segampang itu juga mencari pekerjaan bagi Bang Tato untuk memberi nafkah pada istrinya. Hingga akhirnya dia dipertemukan dengan Fahd yang mengajaknya untuk bekerja dengannya. Sebelumnya, diceritakan kesulitan-kesulitan yang dialami Bang Tato selama mencari pekerjaan, kesulitan untuk punya rumah dan membeli makanan bersama istrinya.

Read the rest of this entry »

Review Buku : Catatan Harian Menantu Sinting

June 25

Judul Buku : Catatan Harian Menantu Sinting
Penulis : Rosi L. Simamora
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 232 Halaman
ISBN : 9786020380674
Harga : Rp. 63.000

Cerita antara mertua dan menantu masih sering menarik perhatian, kan? 😀

Ini cerita Minar, sang menantu dengan Mamak Mertuanya, ibu dari suaminya, Sahat. Karena keluarga Batak, maka kelucuan dalam buku ini pun benar-benar kayak yang kita biasa liat di tv, dari cara ngomong orang Batak yang ditulis dengan heboh sama Rosi L. Simamora hingga adanya sedikit ilustrasi di tiap bab, yang membuat buku ini makin menarik.

Membaca buku ini dengan kosa-kata Batak membuat saya harus melihat ke footnote untuk mengetahui keterangan artinya. Saya baca kalo pas bagian Mamak Mertua, langsung aja ngakak gitu deh. Asli lucu yang kerasa gak dibuat-buat. Cara ngomong khas Batak, ada ‘bah’-nya, trus pelafalan ‘e’ yang tidak pada tempatnya, p sama f yang ternyata bukan hanya jadi masalah orang Sunda 😀

Cerita antara menantu dan mertua memang bukan hal baru, saya udah beberapa kali baca, tapi yang ini betul-betul menghibur. Minar dan Sahat yang harus tinggal diawal pernikahan mereka di rumah Mamak Mertua, menempati ranjang yang sering berderit menjadi absensi bagi si Mamak. Mamak Mertua yang merupakan ibu tunggal berusaha membesarkan anak-anaknya dengan kerja keras, makanya jadi pelit, irit. Sahat anak bungsu dari 4 bersaudara, ada Monang si abang sulung yang belum menikah, dan kedua kakak perempuannya. Yang bikin ngakak itu emang cerita Mamak Mertua yang beneran riwil, sok tahu, ngeselin tapi perhatian, pokoknya bisa bikin yang baca ngakak gitu deh. Dijamin.

Read the rest of this entry »

Tambah Target Baca 2018

April 2

Awal tahun 2018, seperti setiap tahunnya Saya ikutan Goodreads Reading Challenge. Tahun ini saya menargetkan 30 buku saja. Saya memang tahun ini mengurangi merajut karena anak kecil-yang-mulai-besar udah makin sering bikin kesel dan gak bisa kalo gak diliatin tingkahnya. Benang udah sering dilempar-lempar sama dia, sehingga akhirnya saya memutuskan untuk mengurangi dulu merajut. Kegiatan merajut kan biasanya dilakukan malam hari, ketika si anak itu mulai tidur. Tapi itu pun sulit sekali sekarang. Si anak kecil itu tidurnya malem banget sekarang, kayak batrenya gak abis-abis. Seringnya saya udah ketiduran duluan daripada anaknya. Jadilah, kegiatan merajut sekarang amat sangat dirindukan.

Akhirnya saya jadi lebih banyak baca buku (penginnya sih gitu, biar cepet rampung targetnya). Alhamdulillah, akhir Maret lalu saya bisa memenuhi target baca tahun ini. Udah 30 buku aja gitu. Karena baru bulan Maret, masih nyisa 9 bulan lagi tahun 2018, saya pikir gak ada salahnya untuk nambahan target baca. Setelah iseng pake polling di Instagram Story, hampir semua yang milih untuk saya menambahkan lagi targetnya. Jadilah, setelah perenungan semalem suntuk saya putuskan untuk menambahkan hampir separuhnya, menjadi 50 buku tahun ini. Ini target sepertinya gak akan ditambahkan lagi untuk kedua kalinya jika memang saya bisa menyelesaikannya lebih dulu.

Semoga saya bisa menyusutkan buku-buku timbunan sejak beberapa tahun silam ya 🙂

My 2017 in Books

January 1

Selamat tahun baru, kawan-kawan pembaca buku!
Bye-bye 2017, selamat datang 2018.

Alhamdulilah, target baca buku tahun 2017 via Goodreads bisa tercapai. Walau pake ngebut diakhir tahun, tapi tercapai juga. Taahun 2017 saya menargetkan hanya 24 buku saja. Realistis aja sih, waktu membaca makin berkurang karena dibagi sama ngurus rumah, suami dan anak, masih sempetin merajut juga sambil nonton drama Korea. Jadi, ya gitu makin berkurang aja waktu membacanya. Walau begitu, saya seneng banget lho bisa balik lagi disiplin baca dan mengatur waktunya via Goodreads.

Kesulitan terbesar saya dalam membaca adalah saya cepet banget ngantuk. Karena jam membacanya paling banyak malam hari ketika anak-anak sudah tidur, jadilah kadang mata gak bisa kompromi, saya harus puas bisa baca beberapa halaman saja. Senengnya, Alaya sudah mau ikutan banyak membaca. Tahun 2018 ini dia mau ikutan Goodreads Reading Challenge (GRC) juga katanya. Ya, semoga aja jadi lebih banyak waktu membacanya dibanding main hp.

Nah, tahun 2017 Goodreads bikinin satu halaman profil hasil GRC kita. Ini deh hasilnya. Suka! Dibikin lengkap gitu dari berapa jumlah buku dan halaman yang dibaca, paling tipis dan paling tebal buku yang dibaca sampe rata-rata rating buku yang kita sematkan dalam buku yang kita baca setahun itu.

Tahun 2018, saya ngeset 30 buku sebagai target yang dibaca.
Semoga bisa lebih dari itu dan genre bukunya bisa lebih lebar, gak disitu-situ aja.
Semoga tahun ini bisa balik lagi mereview banyak buku setelah dibaca.
Dan, satu lagi saya berharap bisa lebih banyak buku yang dibaca dari yang dibeli 😀

Semangat terus membaca, ya!

Review Buku : Kumpulan Esai | Berbagi Ruang

December 5

Judul Buku : Kumpulan Esai | Berbagi Ruang
Penulis : Nur Utami S.K
Penerbit : Frasa Media
Jumlah Halaman : 214 Halaman
ISBN : 9786027348158

Jika saya ditanya tentang bagaimana tulisan yang saya sukai untuk dibaca setiap hari, dalam buku ini jawabannya!

Sepertinya ini kali pertama saya membaca kumpulan esai, lalu saya harus menambahkan rak baru dalam halaman Goodreads saya. Ternyata membaca hal remeh-temeh itu menyenangkan sekali ya. Seperti sedang ngobrol sama teman, sambil minum teh atau kopi lalu bercerita tentang apa saja. Seperti baca baca blog posting blogger-blogger dulu sebelum negara api menyerang 😀 Kesannya remeh temeh, tapi berkesan.

Dulu saat blog baru berkembang di Indonesia, sekitaran tahun 2006-2009, saya merasa senang sekali membaca posting blogger favorit saya. Ceritanya apa? ya gado-gado gitu, hal-hal biasa setiap hari, terasa ringan dibaca. Hal sepele biasanya, tapi justru terasa personal. Lalu, saya bisa ‘berkenalan’ dengan para blogger tersebut dari tulisan-tulisan blognya. Mereka sukanya apa, cara penulisannya yang kadang lucu ada juga yang kadang terasa melankolis. Terima kasih untuk Mbak Utami, saya merasa kembali membaca tulisan berkesan dari bukunya ini.

Kadang, bagi sebagian orang, membaca adalah kegiatan kesekian yang bisa dilakukan saat santai. Tapi, saya sendiri yakin harusnya teman-teman yang gak suka baca hal yang berat-berat, bisa dengan mudah menikmati buku ini. Buku ini dibagi menjadi 4 bagian yang diberi label Beranda, Ruang Tamu, Kamar dan Dapur. Entah mengapa dibuat bagian dengan nama demikian, tapi yang saya suka, label itu membuat buku ini sekali lagi lebih terasa ‘pulang ke rumah’. Setiap cerita yang ditulis dekat dengan keseharian kita, keseharian si penulis sih sebenarnya, tapi itu tidak jauh kok dari keseharian kita pada umumnya. Cerita dengan keluarga, kerabat, teman kerja, baik di kantor, rumah maupun cafe atau warung. Setiap cerita seperti punya makna sendiri, seperti memberikan pesan sendiri.

Read the rest of this entry »

Blog Buku Hiatus 2 tahun

March 30

Akhirnya, setelah hiatus 2 tahun lamanya, setelah lupa user dan password, alhamdulilah blog ini bisa ditulisin lagi ??

Hiatusnya kok lama bener?
Iya. Karena gak banyak baca buku, ya juga waktu itu lagi hamil, trus ya laptop saya rusak ya intinya males deh. Salahkan saya ya. Emang saya males bener.

Tapi saya merasa bersalah jika bayar domain mulu tapi blognya gak update. Saya memberanikan diri berjanji dalam hati bahwa blog ini akan dilanjutkan, walau cuma update sedikit.

Setelah tantangan baca buku gak terpenuhi selama 2 tahun terakhir, maka tahun ini saya cuma ngeset 24 buku saja. Itu berarti hanya 2 buku per bulan. Masa’ iya saya gak bisa baca 2 buku dalam satu bulan kan ya? Alhamdulilahnya, sekarang udah kelar baca 9 buku. Lumayan kan ya?

Saya cuma kangen baca novel. Jadi saya lagi banyak baca novel. Walau sepertinya kemudahan waktu dalam membaca lebih sedikit dibanding nonton drama Korea ?

Saya cuma kangen nulis review buku, walau saya udah gak buru-buru baca buku yang lagi hits setahun kebelakang.

Tahun lalu ada temen dari Goodreada yang ngingetin untuk nulis lagi disini, cuma ya si piyik masih butuh banyak perhatian, jadi ya gitu deh.

Semoga saya jadi rajin lagi ya baca buku dan menuliskannya disini.

« Older Entries